BP BUMN menekankan konsistensi kinerja dan penguatan tata kelola di tengah capaian positif Hutama Karya tahun buku 2025.
JAKARTA – Evaluasi kinerja sekaligus penajaman arah bisnis menjadi fokus utama pertemuan antara Badan Pengelola (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) dalam rapat strategis yang digelar di Jakarta, Kamis (23/04/2026). Dalam forum tersebut, BP BUMN menekankan pentingnya konsistensi kinerja dan penguatan tata kelola, seiring capaian positif yang ditorehkan perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
Rapat yang dipimpin Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dihadiri jajaran Direksi Hutama Karya sebagai bagian dari mekanisme pembinaan dan penyelarasan strategi terhadap badan usaha milik negara sektor infrastruktur.
Dalam paparannya, Hutama Karya melaporkan capaian keuangan yang menunjukkan tren penguatan. Berdasarkan laporan keuangan audited tahun buku 2025, laba bersih tercatat sebesar Rp3,09 triliun atau tumbuh 11,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Total aset konsolidasi mencapai Rp189,10 triliun per 31 Desember 2025, sementara ekuitas meningkat 2,3 persen YoY menjadi Rp141,18 triliun.
Perusahaan juga mencatat penurunan signifikan pada utang berbunga (debt) sebesar 15,9 persen YoY menjadi Rp29,99 triliun dari Rp35,66 triliun pada 2024. Penurunan tersebut berdampak langsung pada efisiensi beban keuangan yang menyusut 24,5 persen, dari Rp1,64 triliun menjadi Rp1,24 triliun.
Kinerja sektor jalan tol menjadi sorotan tersendiri dalam rapat tersebut. Segmen ini dinilai sebagai motor pertumbuhan tercepat sekaligus menandai pergeseran model bisnis Hutama Karya dari kontraktor berbasis proyek menuju perusahaan konsesi dengan sumber pendapatan berulang (recurring revenue) yang lebih stabil.
Menanggapi capaian tersebut, Dony Oskaria menyampaikan apresiasi sekaligus dorongan peningkatan kinerja. “Hutama Karya telah menunjukkan kinerja yang sangat baik. Kami mendorong seluruh jajaran untuk terus menjaga, bahkan meningkatkan performa bisnis dan tata kelola ke depan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Kamis (24/04/2026).
Di sisi lain, Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan pengusahaan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sebagai bagian dari proyek strategis nasional. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan layanan pada ruas yang telah beroperasi serta pengembangan fitur tol guna memperkuat konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah Sumatra.
Direktur Utama (Dirut) Hutama Karya, Koentjoro, menyebut rapat bersama BP BUMN menjadi sarana penting dalam memastikan arah ekspansi perusahaan tetap terkendali. “Ini adalah pertumbuhan yang dijaga kualitasnya. Laba bertumbuh, utang turun, ekuitas menguat. Kami berkomitmen mempertahankan trajektori ini sebagai fondasi jangka panjang,” tegasnya.
Selain itu, perusahaan juga akan menjalankan langkah streamlining bisnis pada anak usaha secara terukur. Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan setiap entitas memberikan kontribusi optimal terhadap kinerja konsolidasi, sekaligus memperkuat transformasi Hutama Karya menjadi perusahaan infrastruktur yang lebih efisien dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan