Pemkab HST menegaskan penguatan PAUD sebagai fondasi utama menyongsong kebijakan wajib belajar 13 tahun melalui kolaborasi lintas sektor.
HULU SUNGAI TENGAH – Penguatan kualitas pendidikan anak usia dini menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) dalam menyongsong kebijakan wajib belajar 13 tahun, yang salah satunya didorong melalui forum Rapat Kerja Paguyuban Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri se-Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (25/04/2026).
Bupati HST Samsul Rizal secara resmi membuka kegiatan yang digelar di GOR Stadion Murakata tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berjalan optimal dan merata.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum yang dinilai strategis dalam menyamakan visi antarpendidik serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan anak usia dini.
“Tanpa fondasi yang kuat dari para pendidik, masa depan bangsa tidak akan mampu berdiri kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Jurnalkalimantan, Sabtu (25/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bunda PAUD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta para pendidik TK pembina dan negeri dari seluruh wilayah Kalsel. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi untuk memperkuat peran guru sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Samsul Rizal menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki posisi strategis sebagai fondasi pembentukan generasi yang unggul, kompetitif, dan berakhlak. Oleh karena itu, Pemkab HST berkomitmen mendukung program satu tahun prasekolah guna mempersiapkan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
Ia juga menyoroti arah kebijakan pemerintah pusat terkait penguatan program wajib belajar 13 tahun yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran mendatang. Menurutnya, kebijakan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan daerah, terutama dalam memastikan akses pendidikan bagi anak usia lima hingga enam tahun.
Selain aspek pendidikan, ia menekankan pentingnya pendekatan PAUD holistik integratif yang mencakup sektor kesehatan dan perlindungan anak. Untuk itu, seluruh perangkat daerah diminta bekerja secara kolaboratif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pemkab HST, lanjutnya, terus mendorong revitalisasi satuan pendidikan guna menghadirkan ekosistem pembelajaran yang lebih kondusif. Di sisi lain, para pendidik diharapkan terus berinovasi dan meningkatkan kompetensi dalam menjalankan tugas secara profesional.
Menutup sambutannya, ia berharap rapat kerja tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpendidik dalam meningkatkan mutu layanan PAUD di HST dan Kalsel. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan