Ketiadaan predator alami membuat ikan sapu-sapu berkembang pesat dan berpotensi merusak ekosistem perairan.
JAKARTA – Penyebaran ikan sapu-sapu sebagai spesies invasif di berbagai perairan, termasuk di Indonesia, tidak terlepas dari ketiadaan predator alami yang seharusnya mengendalikan populasinya di luar habitat asli.
Ikan sapu-sapu diketahui berasal dari wilayah Amazon dan Amerika Selatan. Spesies ini mulai menyebar ke berbagai negara sejak 1980-an melalui perdagangan ikan hias, karena dikenal mampu membersihkan akuarium.
Namun, masalah muncul ketika ikan tersebut dilepas ke perairan umum oleh pemiliknya setelah ukurannya membesar dan tidak lagi cocok dipelihara di akuarium. Tanpa kehadiran predator alami, populasi ikan ini berkembang pesat dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.
Di habitat aslinya, ikan sapu-sapu memiliki musuh alami yang menjaga jumlah populasinya tetap terkendali. Sebaliknya, di wilayah seperti Indonesia, ketiadaan predator membuat spesies ini berkembang tanpa kontrol.
Fenomena ini menjadi perhatian karena dapat berdampak pada keberlangsungan spesies lokal dan kualitas lingkungan perairan. Oleh karena itu, pengelolaan spesies invasif dan kesadaran masyarakat untuk tidak melepas ikan peliharaan ke alam liar menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sebagaimana dilansir Detik, Minggu, (26/04/2026).
Ke depan, diperlukan langkah pengendalian yang lebih sistematis untuk mencegah dominasi spesies invasif seperti ikan sapu-sapu agar tidak semakin merusak ekosistem perairan. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan