gambar ilustrasi

Api Mengamuk di Amuntai, 3 Rumah Rusak Parah

Kebakaran melanda dua lokasi berbeda di Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam dua hari berturut-turut, memicu kekhawatiran atas tingginya risiko di permukiman padat.

HULU SUNGAI UTARA – Rentetan kebakaran permukiman kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, dalam dua hari berturut-turut. Terbaru, tiga rumah warga di Jalan Patmaraga, RT 006, Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, hangus dilalap api pada Senin (27/04/2026) dini hari sekitar pukul 00.10 Wita, menyebabkan enam kepala keluarga (KK) dengan total 14 jiwa terdampak.

Peristiwa tersebut menambah daftar kejadian serupa yang sebelumnya juga terjadi di wilayah berbeda di HSU, sehingga memunculkan kekhawatiran atas tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. Berdasarkan data sementara, rumah milik Madi mengalami kerusakan sekitar 20 persen, rumah milik Salim terbakar 100 persen, sementara rumah milik Hj Suhrah/Ruby mengalami kerusakan sekitar 40 persen.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat sebagian bangunan berbahan kayu yang mudah terbakar.

Petugas gabungan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 00.15 Wita dan berhasil mengendalikan api pada pukul 00.50 Wita. Proses pendinginan dilanjutkan hingga sekitar pukul 01.10 Wita untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Kondisi bangunan yang berdempetan serta dominasi material kayu menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api di lokasi kejadian. Hal ini juga menjadi tantangan bagi petugas dalam mengendalikan kobaran api di tengah keterbatasan akses di kawasan padat penduduk.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Asikin Noor melalui anggota Damkar Edy Saputra menyampaikan bahwa penyebab kebakaran hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.

“Untuk penyebabnya masih kami selidiki,” ujarnya sebagaimana diberitakan Radar Banjarmasin, Senin, (27/04/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan permukiman padat yang memiliki tingkat risiko tinggi.

“Kami mengingatkan warga agar rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan sumber api dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan,” pesannya.

Dalam proses pemadaman, sejumlah unsur terlibat, antara lain Dinas Pemadam Kebakaran HSU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Republik Indonesia (TNI/Polri), relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), serta masyarakat setempat yang turut membantu penanganan di lapangan.

Rentetan kebakaran ini semakin menjadi perhatian setelah sehari sebelumnya, Minggu (26/04/2026) malam sekitar pukul 19.10 Wita, kebakaran juga melanda Desa Panangian RT 03, Kecamatan Amuntai Utara. Dalam kejadian tersebut, dua rumah warga dilaporkan ludes terbakar, sementara dua unit lainnya mengalami kerusakan sekitar 40 persen.

Kondisi ini menunjukkan tingginya kerentanan kawasan permukiman di HSU terhadap bencana kebakaran, khususnya di wilayah dengan kepadatan bangunan tinggi dan dominasi material mudah terbakar. Selain itu, faktor instalasi listrik dan kelalaian penggunaan sumber api juga menjadi potensi risiko yang perlu diantisipasi secara serius.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan upaya mitigasi, baik melalui sosialisasi kepada masyarakat maupun penguatan sistem penanganan darurat. Edukasi mengenai keselamatan kebakaran dinilai penting untuk menekan angka kejadian serupa di masa mendatang.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat merupakan faktor kunci dalam mencegah terjadinya kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.

Dengan tidak adanya korban jiwa dalam dua kejadian berturut-turut ini, upaya cepat petugas dan partisipasi masyarakat dinilai cukup efektif. Namun demikian, langkah pencegahan tetap menjadi prioritas utama agar kerugian material dan potensi korban dapat diminimalkan di masa mendatang.[]

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com