Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU Katingan menegaskan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
KATINGAN – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Katingan dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat strategi pemberdayaan perempuan berbasis keluarga guna menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat, dalam kegiatan yang digelar di Gedung Salawah Kasongan, Minggu (26/04/2026).
Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Katingan Firdaus bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Katingan Tri Windarti Firdaus itu menegaskan pentingnya peran organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan melalui penguatan ketahanan keluarga.
Dalam sambutannya, Wabup Katingan Firdaus menekankan bahwa pembangunan tidak semata berfokus pada infrastruktur, melainkan juga kualitas keluarga sebagai fondasi utama masyarakat.
“Pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari keluarga. Di sinilah peran perempuan, khususnya melalui wadah seperti Muslimat NU, menjadi sangat menentukan,” katanya, sebagaimana dilansir Portal Katingan, Minggu (26/04/2026).
Ia menilai, Muslimat NU memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak perubahan sosial, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan keluarga melalui berbagai program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, penguatan program pemberdayaan ekonomi, edukasi kesehatan, hingga pembinaan generasi muda perlu terus ditingkatkan agar memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Selain itu, Firdaus juga mendorong organisasi perempuan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi transformasi digital dan perubahan pola sosial masyarakat.
Ia menyebut literasi digital dan pengembangan ekonomi kreatif sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan perempuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi di tingkat daerah.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Katingan menegaskan komitmen organisasinya untuk terus bertransformasi di usia ke-80 dengan memperluas peran yang lebih solutif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin hadir tidak hanya dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga memberikan dampak nyata, terutama dalam memperkuat ekonomi keluarga dan pendidikan perempuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan Muslimat NU akan memperkuat program berbasis komunitas, seperti pelatihan keterampilan, pendampingan usaha kecil, serta edukasi parenting guna meningkatkan kualitas generasi mendatang.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antarorganisasi perempuan di Katingan untuk memperluas jangkauan program dan memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Melalui semangat Harlah ke-80, Muslimat NU Katingan diharapkan mampu terus menjadi penggerak pemberdayaan perempuan yang adaptif, inovatif, serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan