Bahrain memperketat keamanan nasional dengan mencabut kewarganegaraan individu yang dianggap mendukung serangan Iran.
MANAMA – Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa, memerintahkan pencabutan kewarganegaraan terhadap individu yang dinilai mendukung serangan Iran, sebagai langkah tegas menjaga keamanan dan stabilitas negara, Jumat (1/5/2026).
Kebijakan tersebut diumumkan setelah sebelumnya otoritas Bahrain mencabut kewarganegaraan 69 orang pada Senin lalu. Mereka dituduh bersimpati dan memuji serangan Iran terhadap Bahrain, termasuk sejumlah individu dalam lingkup keluarga.
Menurut laporan Bahrain News Agency, Raja Hamad menilai tindakan Iran sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional. Ia menyebut serangan tersebut sebagai “agresi Iran yang berdosa” yang mengganggu stabilitas dan keselamatan rakyat Bahrain.
Raja Hamad juga menyoroti adanya pihak-pihak internal yang dianggap berpihak pada musuh. Ia menyebut situasi ini membuka identitas orang-orang yang menurutnya “menjual hati nurani mereka kepada musuh.”
Selain itu, ia mendesak Iran untuk menghentikan campur tangan dalam urusan dalam negeri Bahrain dan negara-negara Teluk lainnya. Kritik juga diarahkan kepada sejumlah pihak, termasuk anggota parlemen, yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan nasional.
“Bagaimana mungkin pejabat yang dipercaya rakyat justru berdiri bersama para penjahat yang menolak opini publik,” tegas sang raja, sebagaimana diberitakan Anadolu Agency, Sabtu (2/5/2026).
Langkah pencabutan kewarganegaraan ini dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah Bahrain memperkuat kontrol terhadap ancaman internal yang berkaitan dengan konflik geopolitik kawasan. Pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas nasional di tengah meningkatnya ketegangan regional. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan