Perempuan Tak Lagi Pelengkap, Kini Jadi Penggerak Pembangunan

Pemkab Kutim melalui DPPPA mendorong peningkatan kapasitas perempuan agar lebih aktif berperan dalam pembangunan lintas sektor.

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mendorong peningkatan kapasitas perempuan sebagai aktor utama pembangunan melalui kegiatan pemberdayaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan media massa guna memperkuat peran perempuan di berbagai sektor strategis.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim Idham Cholid menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. “Ketika perempuan diberdayakan, keluarga akan lebih sejahtera, masyarakat menjadi lebih kuat, dan pembangunan berjalan lebih inklusif serta berkelanjutan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kalamanthana, Selasa (05/05/2026).

Menurutnya, perempuan yang berdaya adalah mereka yang memiliki akses terhadap pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta kesempatan setara dalam pengambilan keputusan. Ia menegaskan bahwa di Kutim tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki dalam hal kesempatan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Idham juga mendorong organisasi perempuan untuk lebih aktif mendokumentasikan kegiatan serta mendaftarkannya pada lembaga resmi pemerintah, salah satunya melalui DPPPA Kutim, sebagai bagian dari penguatan kelembagaan.

“Kami berkomitmen menghadirkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas hidup perempuan, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, praktik-praktik baik yang telah dilakukan perlu didiseminasikan agar dapat menjadi inspirasi bagi kelompok perempuan lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan sebagai bagian dari pembinaan organisasi perempuan agar mampu meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Ketua Panitia Rosida menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam meningkatkan pemahaman perempuan terkait perannya sebagai agen perubahan. “Maksud kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan, peningkatan kapasitas, serta membangun kesadaran perempuan agar mampu berperan aktif dalam pembangunan, khususnya di bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari narasumber yang berfokus pada penguatan kapasitas dan peran perempuan dalam pembangunan. Melalui kegiatan ini, diharapkan perempuan di Kutim semakin aktif dan berdaya dalam mendorong kemajuan daerah di berbagai bidang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com