Penghentian sementara operasi Project Freedom oleh Presiden AS Donald Trump memicu penurunan harga minyak dunia di tengah proses negosiasi dengan Iran.
JAKARTA – Penurunan harga minyak dunia terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memutuskan menghentikan sementara operasi Project Freedom di kawasan Teluk. Kebijakan itu diambil di tengah upaya diplomatik AS untuk mencapai kesepakatan dengan Iran terkait konflik yang memicu gangguan pasokan energi global.
Harga minyak mentah AS dilaporkan turun lebih dari 2,30 dolar AS atau sekitar Rp40 ribu per barel hingga berada di bawah 100 dolar AS atau sekitar Rp1,7 juta per barel sesaat setelah pengumuman penghentian operasi diumumkan.
Trump melalui akun X menyatakan Project Freedom dihentikan sementara sambil menunggu peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran. Langkah tersebut dilakukan pada Selasa (05/05/2026) di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menjelaskan operasi yang baru berlangsung satu hari itu bertujuan mengawal kapal tanker yang tertahan di kawasan Teluk akibat penutupan Selat Hormuz sejak konflik pecah. Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut menghambat sekitar 20 persen distribusi minyak dunia dan memicu krisis energi global.
Hingga Rabu (06/05/2026) pagi, Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait penghentian sementara operasi tersebut. Pemerintah AS juga belum membeberkan perkembangan negosiasi maupun jangka waktu penghentian operasi militer itu.
Rubio bersama sejumlah pejabat tinggi AS sebelumnya menegaskan Iran tidak boleh mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz. Iran disebut menutup jalur itu melalui ancaman ranjau, drone, rudal, dan kapal cepat. Sebagai respons, AS memblokade pelabuhan Iran serta mengerahkan pengawalan militer di kawasan Teluk.
Militer AS pada Senin (04/05/2026) mengklaim telah menghancurkan sejumlah kapal kecil, drone, dan rudal jelajah milik Iran, sebagaimana diberitakan Detiknews, Kamis (07/05/2026). Situasi tersebut membuat perkembangan hubungan AS dan Iran terus menjadi perhatian pasar global, terutama sektor energi dan pelayaran internasional. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan