Sehari Tak Terlihat, Pria di Banjarbaru Ditemukan Tak Bernyawa

Seorang pria yang hidup seorang diri di Cempaka, Banjarbaru, ditemukan meninggal dunia di rumahnya setelah sehari tidak terlihat keluar.

BANJARBARU – Seorang pria berinisial MA (40) ditemukan meninggal dunia di atas kasur rumahnya di Gang Mulia 3, Rukun Tetangga (RT) 034 Rukun Warga (RW) 008, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu 6 Mei 2026 malam.

Korban yang diketahui hidup seorang diri itu ditemukan sekitar pukul 23.30 WITA setelah keluarganya curiga karena ia tidak terlihat keluar rumah sejak sehari sebelumnya. Kondisi tersebut membuat paman korban, Akhmad, mendatangi rumah MA dan mendobrak pintu karena tidak mendapat jawaban dari dalam.

Sebelum ditemukan meninggal, MA terakhir kali terlihat pada Selasa 5 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, korban diketahui baru selesai makan di rumah kakaknya, lalu pulang ke rumahnya dan tidak terlihat lagi hingga keesokan harinya.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru Kardi Gunadi membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut.

“Benar, pada Rabu malam kami menerima laporan penemuan mayat. Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di atas kasur,” ujarnya, sebagaimana dilansir Banjarbaruklik, Kamis, (07/05/2026).

Kardi menjelaskan, korban diketahui memiliki keterbatasan mental. Selain itu, korban juga disebut memiliki riwayat penyakit asma dan batuk menahun yang diduga tuberkulosis (TBC), tetapi tidak rutin menjalani pengobatan.

Dari hasil pemeriksaan fisik, polisi menemukan cairan berupa darah bercampur lendir kekuningan yang keluar dari mulut dan hidung korban. Petugas juga menemukan cairan bening dari bagian tubuh lainnya.

Meski demikian, polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Hal itu diperoleh setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, sementara diduga korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya,” jelasnya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Keluarga juga menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah korban.

Setelah pemeriksaan selesai, jenazah MA dibawa pihak keluarga untuk dimandikan dan dimakamkan sesuai syariat Islam. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian keluarga dan lingkungan terhadap warga yang hidup seorang diri, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit dan membutuhkan pendampingan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com