Tersesat Tiga Kilometer dari Air Terjun Binusan, Dua Remaja Berhasil Dievakuasi

Dua remaja perempuan yang tersesat di kawasan hutan sekitar Air Terjun Binusan, Nunukan, berhasil ditemukan selamat setelah tim gabungan BPBD, petugas pariwisata, dan warga melakukan penyisiran.

NUNUKAN – Respons cepat tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan (Nunukan), petugas pariwisata, dan warga berhasil menyelamatkan dua remaja perempuan yang tersesat di kawasan hutan sekitar Air Terjun Binusan, Desa Binusan, Kalimantan Utara (Kaltara), Minggu (10/05/2026) sore.

Dua remaja tersebut diketahui berinisial ADZ R.D, 16 tahun, warga Sei Sembilan, dan ZK, 17 tahun, pelajar dari Pesantren Guru Domang. Keduanya dilaporkan tersesat saat berada di kawasan wisata alam Air Terjun Binusan.

Laporan awal diterima sekitar pukul 16.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita) melalui call center terkait adanya dua remaja perempuan yang diduga tersesat di kawasan wisata tersebut, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Minggu (10/05/2026). Informasi itu kemudian diteruskan kepada personel BPBD Nunukan untuk segera ditindaklanjuti.

Setelah menerima laporan, personel BPBD Nunukan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Tim kemudian berkoordinasi dengan petugas Air Terjun Binusan dan warga sekitar untuk melakukan pencarian dengan menyusuri jalur hutan di sekitar kawasan wisata.

Sekitar pukul 17.30 Wita, kedua korban akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka berada sekitar tiga kilometer dari area air terjun dan langsung dievakuasi menuju lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan awal.

Dalam operasi pencarian itu, tim menggunakan satu unit kendaraan operasional penanganan, parang, serta peralatan komunikasi lapangan. Kondisi cuaca saat pencarian dilaporkan cerah, dengan arah angin dari selatan ke barat dan kecepatan angin berkisar 2 hingga 15 knot.

Personel yang terlibat terdiri atas dua petugas BPBD Nunukan yang melakukan pencarian langsung di lapangan dan dua personel lainnya bersiaga di titik kumpul. Dari pihak pariwisata, dua petugas turut menyisir lokasi, sementara lima orang lainnya berjaga di titik kumpul bersama warga sekitar.

Komandan tim lapangan, Erwin, mengatakan koordinasi cepat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pencarian tersebut. Menurut dia, laporan yang segera diteruskan membuat tim bisa bergerak sebelum kondisi semakin gelap.

“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan penyisiran bersama petugas wisata serta warga. Alhamdulillah kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Kami juga mengimbau kepada masyarakat dan pengunjung agar lebih berhati-hati saat memasuki kawasan hutan maupun wisata alam,” ujarnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi pengunjung agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di area hutan yang memiliki banyak jalur. Kesiapsiagaan petugas, dukungan warga, dan kehati-hatian wisatawan diharapkan dapat mencegah kejadian serupa kembali terulang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com