Laporan Wall Street Journal menyebut UEA melancarkan serangan terhadap kilang minyak Iran di Pulau Lavan di tengah memanasnya konflik kawasan Timur Tengah.
ABU DHABI – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan melakukan serangan terhadap fasilitas minyak Iran di tengah konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Teheran.
Laporan media AS, Wall Street Journal (WSJ), menyebut salah satu sasaran serangan itu adalah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran. Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada awal April 2026 dan memicu kebakaran besar hingga melumpuhkan operasional fasilitas energi tersebut.
Informasi itu diungkap WSJ berdasarkan keterangan sejumlah sumber anonim yang mengetahui operasi militer tersebut. Serangan disebut berlangsung saat Presiden AS Donald Trump bersiap mengumumkan gencatan senjata dengan Iran.
Langkah UEA itu dinilai memperlihatkan eskalasi baru di kawasan Teluk ketika konflik antara AS dan Israel melawan Teheran terus memanas. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah UEA maupun Iran terkait laporan serangan tersebut.
Laporan mengenai operasi rahasia itu pertama kali mencuat sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Selasa (12/05/2026), yang mengutip pemberitaan terbaru WSJ pada Senin (11/05/2026) waktu setempat.
Pulau Lavan sendiri merupakan salah satu wilayah strategis sektor energi Iran karena menjadi lokasi fasilitas pengolahan dan distribusi minyak. Gangguan terhadap fasilitas itu dikhawatirkan dapat berdampak pada stabilitas pasokan energi kawasan dan memperbesar risiko konflik terbuka di Timur Tengah. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan