Gambar ilustrasi

Warga Samuda Heboh, Dua Anak Beruang Terekam Berkeliaran di Ladang

BKSDA Pos Sampit menelusuri lokasi kemunculan dua anak beruang di ladang warga Samuda dan mengimbau masyarakat tidak mendekati satwa liar tersebut.

KOTAWARINGIN TIMUR – Warga di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diminta lebih waspada setelah dua anak beruang terekam kamera muncul di kawasan ladang milik warga. Kemunculan satwa liar itu diduga berkaitan dengan terganggunya habitat alami serta berkurangnya ketersediaan makanan dan air.

Video berdurasi sekitar 20 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan dua anak beruang berjalan di area kebun atau ladang pada siang hari. Satwa tersebut tampak bergerak menjauh dari pondok tempat warga merekam video.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit Muriansyah mengatakan, pihaknya masih menelusuri lokasi pasti kemunculan dua anak beruang tersebut, sebagaimana dilansir Sb, Kamis, (14/05/2026).

“Dari narasi video disebutkan di wilayah Samuda. Dari pengamatan sementara, memang terlihat dua ekor beruang yang masih anak-anak berada di area ladang. Lokasi pastinya masih kami telusuri,” ujarnya, Kamis (14/05/2026).

Menurut Muriansyah, ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan beruang mendekati kebun hingga permukiman warga. Salah satunya adalah terganggunya habitat alami, sehingga satwa kesulitan mendapatkan sumber makanan.

Ia menyebut, kondisi musim kemarau juga dapat memengaruhi ketersediaan air dan pakan di habitat asli beruang. Dalam kondisi tersebut, satwa liar berpotensi keluar dari habitatnya untuk mencari makanan di sekitar kebun masyarakat.

“Saat kemarau, beruang kekurangan makan dan minum di habitatnya. Akhirnya mereka keluar mencari makanan ke wilayah kebun atau permukiman,” katanya.

Muriansyah menjelaskan, tanaman buah milik warga seperti nangka, rambutan, cempedak, nanas, hingga buah naga dapat menarik perhatian beruang. Selain itu, sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan juga berpotensi mengundang satwa liar masuk ke lingkungan warga.

“Beruang juga bisa tertarik dengan sisa sampah rumah tangga. Karena itu masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

BKSDA mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati, mengejar, atau mencoba mengusir beruang secara langsung. Tindakan tersebut dikhawatirkan dapat memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

Warga juga diminta segera melapor kepada petugas apabila melihat kemunculan beruang atau satwa liar lain di sekitar permukiman maupun kawasan kebun. Langkah cepat itu diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara aman, sekaligus mencegah potensi gangguan terhadap warga dan satwa. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com