Amerika Serikat menanti tanggapan Iran atas usulan perubahan sejumlah klausul kesepakatan, termasuk terkait program nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menunggu respons Iran atas usulan perubahan sejumlah klausul dalam rancangan kesepakatan yang tengah dinegosiasikan kedua negara. Tanggapan dari Teheran diperkirakan akan menjadi penentu arah kelanjutan pembahasan dalam beberapa hari ke depan.
Presiden AS Donald Trump dilaporkan meminta tim perundingnya melakukan amandemen terhadap kesepakatan yang sebelumnya dicapai dengan Iran dalam pertemuan di Ruang Situasi pada Jumat. Permintaan tersebut muncul setelah dilakukan peninjauan terhadap sejumlah poin yang dinilai masih perlu diperjelas.
Menurut laporan media AS, Axios, perubahan yang diusulkan terutama berkaitan dengan klausul program nuklir Iran. Dalam rancangan sebelumnya, Iran disebut berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir, namun belum terdapat konsesi yang lebih spesifik di luar komitmen tersebut.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS menjelaskan bahwa fokus perubahan berada pada mekanisme pengelolaan material nuklir Iran. “Ini lebih spesifik tentang bagaimana AS mendapatkan material [persediaan uranium yang diperkaya Iran] dan waktunya,” kata seorang pejabat senior pemerintahan kepada Axios.
Selain isu program nuklir, Trump juga disebut menginginkan penyesuaian bahasa dalam klausul yang berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik penting perdagangan energi global.
Sumber yang mengetahui proses negosiasi tersebut menyebut Iran diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk memberikan tanggapan terhadap usulan perubahan yang diajukan Washington. “Pada pergantian minggu, kami berharap akan ada sesuatu,” kata pejabat senior pemerintahan tersebut, sebagaimana diberitakan Sindo pada Minggu, (31/05/2026).
Hasil respons Iran nantinya akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah pembahasan kesepakatan dapat berlanjut menuju tahap berikutnya atau memerlukan perundingan tambahan terhadap sejumlah klausul yang masih diperdebatkan. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan