Sampah Jadi Uang, BASMI Hadir di Posyandu Palangka Raya

Bank Sampah Jekan Mandiri menggandeng 12 Posyandu di Palangka Raya untuk mendekatkan layanan jemput dan tabung sampah bernilai ekonomi kepada masyarakat.

PALANGKA RAYA – Bank Sampah Jekan Mandiri mendekatkan layanan pengelolaan sampah bernilai ekonomi kepada warga melalui program Bank Sampah Jekan Mandiri Keliling (BASMI) yang kini bekerja sama dengan 12 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kota Palangka Raya.

Program tersebut menjadi upaya memperluas gerakan pemilahan sampah rumah tangga sekaligus membantu warga memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai, sebagaimana diwartakan Media Center Palangka Raya, Kamis, (11/06/2026).

Melalui BASMI, masyarakat tidak perlu datang langsung ke bank sampah untuk menabung sampah. Layanan jemput dan tabung sampah dilakukan di lingkungan warga melalui Posyandu, sehingga akses pengelolaan sampah menjadi lebih dekat, terutama bagi ibu rumah tangga.

Direktur Bank Sampah Jekan Mandiri, Maria Edi Jati Wirawati, mengatakan kerja sama dengan Posyandu merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran keluarga dalam mengelola sampah sejak dari rumah. Menurut dia, ibu rumah tangga memiliki peran penting karena berada di garis depan pengelolaan sampah keluarga.

“Program BASMI ini kami hadirkan untuk mempermudah masyarakat dalam menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi. Warga tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke bank sampah karena layanan kami hadir langsung di lingkungan masyarakat melalui Posyandu,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Maria menjelaskan, BASMI tidak hanya menjadi layanan penabungan sampah, tetapi juga sarana edukasi lingkungan. Melalui keterlibatan kader Posyandu dan warga sekitar, program ini mendorong kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.

“Masih banyak sampah rumah tangga yang memiliki nilai jual dan dapat dimanfaatkan kembali apabila dipilah dan dikelola dengan baik. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Adapun jenis sampah yang dapat disetorkan melalui BASMI meliputi kertas, kardus, botol plastik, kaleng, besi, serta minyak jelantah. Sampah yang disetor harus dalam kondisi terpilah, bersih, dan kering agar dapat diproses lebih lanjut.

Hasil tabungan sampah warga dapat dikonversikan menjadi uang tunai, saldo e-wallet, tabungan emas Pegadaian, paket sembako, tabungan pada bank konvensional, hingga dukungan kebutuhan gizi berupa makanan tambahan bagi bayi dan ibu hamil.

Kehadiran BASMI di Posyandu juga diharapkan mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan. Dengan sistem ini, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi keluarga.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dan menjadikan kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang nyata dari sampah,” tutupnya.

Melalui kolaborasi Bank Sampah Jekan Mandiri dan 12 Posyandu, Pemkot Palangka Raya diharapkan semakin terbantu dalam membangun budaya memilah sampah dari rumah sekaligus memperkuat partisipasi warga dalam menjaga lingkungan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com