Israel Makin Tertekan, Gelombang Boikot Dunia Terus Meluas

Sejumlah negara menerapkan larangan masuk, pembekuan aset, dan embargo senjata terhadap Israel setelah agresi militer di Palestina dan serangan ke kawasan Timur Tengah terus memicu kecaman global.

YERUSALEM – Tekanan internasional terhadap Israel kian meluas setelah sejumlah negara menerapkan pembatasan diplomatik, pembekuan aset, larangan masuk, hingga embargo senjata sebagai respons atas agresi militer Israel di Palestina dan serangan ke sejumlah negara di Timur Tengah.

Gelombang sanksi itu membuat Israel disebut menghadapi boikot paling besar di dunia. Media Israel, Yedioth Ahronoth, dalam laporan berjudul How Israel Became the Most Boycotted Nation in the World, menyoroti meningkatnya tekanan global terhadap pejabat, militer, dan sejumlah lembaga Israel.

“Israel menghadapi tsunami sanksi internasional yang menargetkan pejabat pemerintah Israel, militer, dan lembaga, tekanan yang meningkat dari berbagai negara dan organisasi pro-BDS yang sudah lama ada,” demikian laporan Yedioth yang dikutip Middle East Monitor, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat, (12/06/2026).

Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) merupakan gerakan internasional yang mendorong tekanan politik dan ekonomi terhadap Israel. Tekanan itu menguat seiring berlanjutnya serangan Israel ke Palestina sejak Oktober 2023.

Prancis menjadi salah satu negara yang mengambil langkah pembatasan terhadap pejabat Israel. Negara itu melarang Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich memasuki wilayahnya. Sebelumnya, larangan serupa juga diberlakukan terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir.

Menurut laporan tersebut, kebijakan Prancis diambil sebagai respons atas promosi aktif kedua menteri terhadap aneksasi Tepi Barat, perluasan permukiman baru, serta kebijakan yang dinilai melemahkan Otoritas Palestina.

Langkah serupa juga diambil Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru, Norwegia, dan Prancis. Enam negara itu membekukan aset Smotrich dan Ben Gvir serta melarang keduanya masuk ke wilayah masing-masing.

Selain sanksi terhadap pejabat, sejumlah negara juga mulai menekan Israel melalui pembatasan kerja sama pertahanan. Spanyol, Italia, dan Kanada disebut menerapkan penghentian penjualan serta embargo senjata ke Israel.

Kecaman internasional terhadap Israel terus meningkat setelah operasi militer di Palestina menewaskan lebih dari 72.000 warga dan memaksa jutaan orang mengungsi. Di tengah agresi itu, Israel juga menggempur Lebanon, Iran, Suriah, dan Yaman sehingga memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Meluasnya sanksi dan boikot tersebut menunjukkan posisi Israel semakin tertekan di forum internasional. Tekanan global diperkirakan terus berlanjut apabila agresi militer dan kebijakan pendudukan tidak dihentikan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com