ilustrasi

Rumah Pedagang Mainan Terbakar di Banjarmasin, Kerugian Rp50 Juta

Kebakaran menghanguskan sebagian rumah warga Teluk Tiram, Banjarmasin, namun respons cepat pemadam dan relawan mencegah api merembet ke rumah tetangga.

BANJARMASIN – Kebakaran yang menghanguskan sebagian rumah milik Makhudin alias Jamal (36) di Jalan Teluk Tiram Darat Gang Family Ujung Rukun Tetangga (RT) 06 Rukun Warga (RW) 01, Kelurahan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, berhasil dikendalikan sebelum merembet ke rumah warga lainnya, Jumat (12/06/2026) sekitar pukul 08.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita).

Api diduga berasal dari lantai atas rumah korban. Saat kejadian, Jamal yang sehari-hari berjualan mainan di Pasar Lima sedang berada di kamar mandi lantai bawah.

“Saat itu saya sedang di WC lantai bawah. Tiba-tiba ada asap dari atas, lalu api mulai membesar,” ujarnya, sebagaimana dilansir Baritopost, Jumat, (12/06/2026).

Mengetahui asap muncul dari lantai atas, Jamal sempat berusaha naik untuk mengecek kondisi rumahnya. Namun, upaya itu gagal karena kobaran api sudah membesar dan menguasai bagian atas rumah.

“Saya tidak bisa naik ke tangga karena api sudah berkobar. Akhirnya saya keluar rumah dan meminta bantuan tetangga untuk memanggil pemadam kebakaran,” katanya.

Tidak lama setelah itu, sejumlah unit pemadam kebakaran dan relawan tiba di lokasi. Petugas bersama relawan langsung melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Upaya pemadaman berlangsung cepat. Api akhirnya berhasil dikuasai sebelum merembet ke rumah warga lain di kawasan permukiman padat tersebut.

Jamal menduga kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik. Namun, ia mengaku selama ini tidak pernah mengalami gangguan pada instalasi listrik di rumahnya.

“Diduga dari korsleting listrik. Padahal selama ini tidak pernah ada masalah,” ujarnya.

Menurut Jamal, bagian rumah yang terbakar berada di lantai atas, termasuk area kamar tidur. Sebelum kebakaran terjadi, ia tidak melihat tanda-tanda awal seperti bau hangus atau kepulan asap dari ruangan tersebut.

Konstruksi rumah yang sebagian besar berbahan beton disebut turut membantu mencegah api menyebar lebih luas. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.

“Alhamdulillah tidak sampai merembet ke rumah tetangga karena bangunannya beton. Kerugian sekitar Rp50 juta,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar rutin memeriksa instalasi listrik, terutama di rumah bertingkat dan kawasan padat penduduk. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com