Prancis Hadapi Darurat Panas, 40 Orang Tewas sejak 18 Juni

Gelombang panas ekstrem membuat 54 departemen Prancis berstatus siaga merah, mengganggu sekolah dan transportasi, serta diikuti 40 kasus kematian akibat tenggelam ketika warga mencari kesejukan.

PARIS – Gelombang panas ekstrem berkembang menjadi krisis keselamatan dan layanan publik di Prancis setelah 40 orang dilaporkan meninggal karena tenggelam sejak 18 Juni 2026 ketika berupaya mencari kesejukan. Sebagian besar korban merupakan kalangan muda, sementara sekolah, transportasi, dan berbagai kegiatan masyarakat mulai terganggu akibat suhu yang melampaui 40 derajat Celsius.

Sebanyak 54 departemen atau lebih dari separuh wilayah Prancis berada dalam status siaga merah pada Selasa (23/06/2026). Pemerintah juga mengaktifkan langkah penanganan darurat untuk menghadapi suhu ekstrem yang diperkirakan masih bertahan hingga akhir pekan.

Perdana Menteri (PM) Prancis Sébastien Lecornu melaporkan jumlah korban tenggelam tersebut menjelang pertemuan darurat pemerintah. Kasus-kasus itu terjadi ketika masyarakat mencari tempat berenang untuk menghindari cuaca panas, termasuk di kawasan perairan yang tidak memiliki pengawasan keselamatan.

Prancis mencatat salah satu malam terpanas dalam sejarah negara tersebut setelah suhu tetap tinggi sepanjang Senin (22/6/2026) hingga Selasa. Jutaan warga harus melewati malam tanpa penurunan suhu yang berarti, terutama karena penggunaan pendingin udara belum merata di negara itu.

Badan meteorologi nasional Prancis, Météo-France, menyatakan cuaca cerah membuat suhu panas bertahan di sebagian besar wilayah.

“Sinar matahari terus mendominasi di seluruh Prancis, mempertahankan panas yang menyengat dan melelahkan di seluruh negeri,” demikian pernyataan badan prakiraan cuaca nasional, Meteo France.

Pernyataan Météo-France tersebut, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Rabu, (24/06/2026), memperkirakan suhu siang hari di sejumlah kota dapat menembus 40 derajat Celsius atau lebih. Rekor suhu baru juga masih berpotensi tercipta selama gelombang panas berlangsung.

“Suhu yang memecahkan rekor lebih lanjut diperkirakan akan terjadi, termasuk beberapa yang bisa melampaui semua rekor sebelumnya,” demikian pernyataan Meteo France.

Cuaca ekstrem telah memaksa sejumlah sekolah ditutup atau mempersingkat kegiatan belajar. Sejumlah acara juga dibatalkan, sedangkan perjalanan kereta api mengalami gangguan akibat tingginya suhu.

Météo-France belum dapat memastikan kapan gelombang panas akan sepenuhnya berakhir. Fenomena tersebut terjadi pada awal musim panas dan dinilai memiliki intensitas serta cakupan yang luar biasa karena melanda sebagian besar wilayah Prancis secara bersamaan.

Situasi itu dibandingkan dengan gelombang panas pada Agustus 2003 yang menewaskan sekitar 15.000 orang di Prancis. Sebagian besar korban ketika itu merupakan warga lanjut usia yang tinggal sendirian dan tidak mempunyai akses terhadap pendingin udara.

Setelah tragedi 2003, pemerintah memperkenalkan sistem peringatan gelombang panas untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah mengambil tindakan pencegahan. Status siaga merah menjadi tingkat peringatan tertinggi karena panas berpotensi membahayakan seluruh kelompok masyarakat, bukan hanya warga lanjut usia dan orang dengan penyakit tertentu.

Layanan Perubahan Iklim Copernicus (Copernicus Climate Change Service/C3S) Uni Eropa (UE) mencatat Eropa sebagai benua dengan laju pemanasan tercepat. Suhu di kawasan tersebut meningkat sekitar dua kali lebih cepat daripada rata-rata global sejak dekade 1980-an.

Gelombang panas kali ini menunjukkan bahwa kenaikan suhu tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga meningkatkan risiko tenggelam, mengganggu layanan transportasi, menutup fasilitas pendidikan, dan membatasi kegiatan masyarakat. Pemerintah meminta warga menghindari aktivitas berat, menjaga kecukupan cairan, serta tidak berenang di perairan tanpa pengawasan selama suhu ekstrem berlangsung. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com