Gempa bermagnitudo 6,5 mengguncang lepas pantai selatan Filipina tanpa peringatan tsunami dan belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan.
MANILA – Wilayah selatan Filipina kembali diguncang gempa kuat bermagnitudo 6,5 pada Jumat (26/06/2026) malam, kurang dari tiga pekan setelah gempa besar di kawasan Mindanao menewaskan puluhan orang dan menyebabkan ribuan warga mengungsi.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan gempa terjadi sekitar pukul 19.42 waktu setempat atau 11.42 Greenwich Mean Time (GMT), sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat, (26/06/2026). Pusat gempa berada di kedalaman 52,4 kilometer, sekitar 35 kilometer barat daya Kota Jose Abad Santos, Pulau Mindanao.
USGS menyatakan tidak ada peringatan ancaman tsunami akibat gempa tersebut. Kekuatan gempa sebelumnya sempat dilaporkan magnitudo 6,7, lalu direvisi menjadi magnitudo 6,5.
Pejabat tim penyelamat Kota Santa Maria Jerson Talahig mengatakan hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa tersebut.
“Guncangannya cukup kuat, tetapi berlangsung singkat. Kami melihat meja dan beberapa lampu bergoyang,” ujarnya.
Gempa ini terjadi setelah Mindanao diguncang gempa magnitudo 7,8 pada 8 Juni 2026. Peristiwa itu menyebabkan bangunan runtuh, memicu tanah longsor, dan membuat ribuan warga mengungsi. Gempa tersebut juga sempat memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah.
Dampak gempa 8 Juni juga memunculkan fenomena geologi berupa pengangkatan pantai atau coastal uplift. Dasar laut terangkat sekitar dua meter di sepanjang garis pantai hingga membuat terumbu karang yang sebelumnya berada di bawah permukaan laut muncul ke permukaan. Fenomena itu juga memperluas garis pantai hingga sekitar 200 meter.
Sekitar dua jam setelah gempa utama 8 Juni, kawasan tersebut diguncang rangkaian gempa susulan kuat, termasuk satu gempa bermagnitudo 6,5. Hingga Jumat, gempa tersebut dilaporkan menewaskan 81 orang dan melukai lebih dari 1.300 orang.
Filipina merupakan salah satu negara rawan gempa karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, jalur aktivitas seismik tinggi yang membentang dari Jepang, Asia Tenggara, hingga Samudra Pasifik. Salah satu sumber aktivitas seismik utama di selatan Mindanao adalah Palung Cotabato yang berada sekitar 50 kilometer dari pesisir.
Kondisi ini membuat warga di wilayah rawan gempa diminta tetap waspada, terutama terhadap potensi gempa susulan dan perubahan kondisi lingkungan setelah aktivitas seismik besar. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan