ilustrasi

Lahan Gambut Kotim Rawan Terbakar, Warga Diminta Lebih Waspada

BPBD Kotim mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena sejumlah wilayah gambut rawan mengalami karhutla saat musim kemarau.

KOTAWARINGIN TIMUR – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), kembali menjadi perhatian setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan gambut yang sulit dipadamkan saat api meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar masih ditemukan di masyarakat karena keterbatasan biaya untuk menggunakan alat mekanis. Namun, ia meminta warga tetap mengutamakan keselamatan dan tidak meninggalkan api tanpa pengawasan.

“Sebenarnya masyarakat ini sangat terbatas juga, kita paham lah. Tapi kadang-kadang habis membakar ditinggal pergi. Nah, yang kita khawatirkan itu terjadi perluasan,” kata Multazam, sebagaimana diberitakan Tinta Borneo, Minggu (28/06/2026).

Menurut Multazam, risiko kebakaran menjadi lebih besar apabila pembakaran dilakukan sekaligus dalam area luas. Jika api tidak diawasi hingga benar-benar padam, kobaran dapat menjalar ke lahan lain dan menimbulkan kerugian lebih besar.

“Lakukan dengan arif dan bijaksana. Kalau proses pembakaran itu terjadi, lakukan sedikit demi sedikit, buat simpuk di tengah, tidak sekaligus, seperti orang membakar sampah, tetapi tetap ditunggu sampai selesai,” ujarnya.

Meski memahami keterbatasan warga, BPBD Kotim tetap mendorong pembukaan lahan dilakukan secara mekanis karena dinilai lebih aman dan ramah lingkungan. Cara tersebut juga dapat menekan risiko api merambat ke kawasan gambut.

“Kami berharap kalau bisa membuka lahan secara mekanis, tetapi kami juga memahami pembiayaannya cukup besar,” ucapnya.

Multazam menjelaskan, sejumlah wilayah di Kotim memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla karena banyak terdapat lahan gambut. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Seranau, dan Cempaga.

Lahan gambut yang mengering saat kemarau membuat api mudah menyebar. Bahkan, bara api dapat merambat hingga lapisan bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

BPBD Kotim mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan sejak dini agar pembukaan lahan tidak berubah menjadi karhutla yang mengancam permukiman, lingkungan, dan aktivitas warga. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com