Polres Buol memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan meski kebakaran menghanguskan Polsek Biau, bangunan Satlantas, asrama personel, dan sebagian rumah dinas Kapolsek.
SULAWESI TENGAH – Pelayanan kepolisian di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), dipastikan tetap berjalan setelah kebakaran menghanguskan kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Biau, bangunan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Buol, asrama personel, hingga sebagian atap rumah dinas Kapolsek Biau, Senin (29/06/2026) dini hari.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Buol Irwan mengatakan, pelayanan kepada masyarakat dialihkan ke lokasi yang telah disiapkan agar warga tetap dapat mengakses layanan kepolisian secara normal, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin (29/06/2026).
“Kami pastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Pelayanan kepolisian akan dialihkan ke lokasi yang telah disiapkan sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan secara optimal,” katanya.
Kebakaran diketahui setelah aliran listrik di kantor Polsek Biau padam. Saat dilakukan pengecekan, petugas jaga melihat percikan api disertai letusan dari ruang penjagaan kantor lama Satlantas Polres Buol. Personel kemudian mengamankan senjata api dan mengevakuasi penghuni asrama.
Api diduga berasal dari arus pendek listrik atau korsleting di ruang penjagaan kantor lama Satlantas Polres Buol. Kobaran api cepat membesar karena sebagian bangunan bersifat semipermanen, lalu merembet ke kantor Polsek Biau, asrama personel, hingga membakar sebagian atap rumah dinas Kapolsek Biau.
“Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” kata Irwan.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengerahkan tiga unit armada ke lokasi. Upaya pemadaman juga dibantu satu unit armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buol dan satu unit water cannon milik Samapta Polres Buol.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, sejumlah barang inventaris mengalami kerusakan berat, di antaranya mobil patroli, dua sepeda motor patroli, satu unit simulator Surat Izin Mengemudi (SIM), 10 rompi antipeluru, dan sejumlah pelat nomor kendaraan.
“Peristiwa ini menjadi evaluasi bagi kami agar seluruh instalasi listrik di lingkungan Polres, Polsek, dan asrama Polri diperiksa secara menyeluruh guna mencegah kejadian serupa,” ungkapnya.
Irwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu pemadaman, mulai dari personel kepolisian, Damkar, BPBD, hingga masyarakat. Ia berharap pemeriksaan instalasi listrik dan penataan layanan sementara dapat memastikan aktivitas kepolisian tetap berjalan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan