Edukasi dan Pelestarian Budaya Jadi Fokus Sepekan Cinta Museum 2026 di Banjarbaru

Pemprov Kalsel menggelar Sepekan Cinta Museum 2026 di Museum Lambung Mangkurat untuk meningkatkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sejarah dan budaya Banua melalui berbagai kegiatan edukatif.

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong generasi muda lebih mengenal sejarah dan budaya daerah melalui penyelenggaraan Sepekan Cinta Museum 2026 di Museum Lambung Mangkurat. Kegiatan yang berlangsung hingga 4 Juli 2026 tersebut menghadirkan berbagai lomba edukatif dan budaya untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan daerah.

Kegiatan bertema “Melestarikan Budaya Banua, Generasi Hebat Cinta Seni dan Tradisi” itu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Abdul Rahim di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Rabu (1/7/2026), sebagaimana diberitakan Abdipersadafm, Kamis (02/07/2026).

Abdul Rahim menegaskan museum memiliki fungsi penting, bukan hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan juga sebagai pusat pendidikan, pelestarian budaya, dan pembentukan karakter masyarakat. Menurutnya, Museum Lambung Mangkurat menjadi salah satu aset budaya penting di Kalsel karena menyimpan beragam koleksi sejarah yang mencerminkan perjalanan dan identitas masyarakat Banua.

“Melalui kegiatan ini, museum diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi destinasi edukasi sekaligus rekreasi budaya yang diminati semua kalangan,” ujarnya.

Ia juga mengajak pelajar, mahasiswa, guru, hingga keluarga untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar sepanjang hayat.

“Dengan mencintai museum, sesungguhnya kita juga sedang menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah, budaya, dan identitas daerah kita sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Ady Surya mengatakan Sepekan Cinta Museum merupakan salah satu upaya meningkatkan minat masyarakat mengunjungi museum sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kalsel.

“Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah, meningkatkan kunjungan masyarakat, memperkuat fungsi museum sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan, serta menyediakan ruang kreativitas bagi generasi muda,” ungkapnya.

Ady menjelaskan rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak 18 Juni 2026 melalui pameran temporer dan kegiatan belajar bersama. Pada hari pembukaan juga digelar Lomba Mewarnai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengenalkan museum kepada anak-anak sejak dini melalui aktivitas kreatif.

Selain itu, panitia telah menyiapkan sejumlah agenda hingga 4 Juli 2026, antara lain Lomba Bagasing sebagai bagian dari pelestarian olahraga tradisional, Lomba Menyanyi Lagu Tradisional untuk masyarakat umum, serta Lomba Tari Kreasi Tradisional yang melibatkan sekolah, sanggar seni, dan komunitas budaya dari berbagai daerah di Kalsel.

“Selanjutnya akan digelar Lomba Menyanyi Lagu Tradisional yang terbuka untuk masyarakat umum guna memperkuat pelestarian seni musik daerah, sebelum ditutup dengan Lomba Tari Kreasi Tradisional yang diikuti sekolah, sanggar seni, dan komunitas budaya dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan,” bebernya.

Ady berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu memperkuat posisi Museum Lambung Mangkurat sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, dan ruang kreatif bagi masyarakat.

“Seluruh kegiatan Sepekan Cinta Museum 2026 dilaksanakan di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Bagi yang ingin menyaksikan bisa datang langsung tanpa dipungut biaya,” pungkasnya. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com