Lima calon Bintara Polri asal Malinau diharapkan kembali bertugas di daerah setelah menyelesaikan pendidikan untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mendorong lima calon Bintara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) asal daerah itu kembali ditempatkan di Malinau setelah menyelesaikan pendidikan. Penempatan personel lokal dinilai penting untuk memperkuat pelayanan kepolisian di tengah kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang masih cukup besar.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Malinau Jakaria setelah menghadiri upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (20/07/2026).
Upacara pembukaan pendidikan dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kaltara Yusuf. Pendidikan tersebut diikuti 66 calon Bintara Polri yang berasal dari lima kabupaten dan kota di Kaltara, termasuk lima peserta asal Malinau.
Jakaria mengatakan, sebagaimana dilansir Pemerintah Kabupaten Malinau, Senin, (20/07/2026), pendidikan di SPN Malinau merupakan agenda Polda Kaltara untuk menyiapkan personel kepolisian yang akan bertugas di wilayah provinsi tersebut.
“Tahun ini ada 66 calon Bintara Polri yang mengikuti pendidikan di SPN Malinau. Mereka berasal dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara, dan kita bersyukur ada lima putra terbaik asal Malinau yang ikut menjalani pendidikan,” ujarnya.
Menurut Jakaria, keberlanjutan pendidikan Bintara Polri di SPN Malinau diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan personel kepolisian di Kaltara, terutama di Malinau yang memiliki wilayah luas dan membutuhkan dukungan pelayanan keamanan secara memadai.
Keberadaan SPN Polda Kaltara, Kompi Brigade Mobil (Brimob), dan Kepolisian Resor (Polres) Malinau juga membutuhkan dukungan SDM yang mencukupi. Karena itu, lulusan asal Malinau diharapkan dapat memperoleh penempatan di daerahnya sendiri setelah menuntaskan pendidikan.
“Kita berharap anak-anak Malinau yang sedang dididik sebagai calon Bintara ini nantinya bisa kembali ditempatkan di Kabupaten Malinau sehingga dapat memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” katanya.
Penempatan putra daerah dinilai dapat membantu kepolisian memahami karakter wilayah, kondisi sosial, serta kebutuhan masyarakat setempat. Kehadiran personel yang mengenal daerah juga diharapkan memperkuat kedekatan antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Wabup Malinau turut mengapresiasi Polda Kaltara yang tetap membuka kesempatan bagi putra-putri daerah untuk mengikuti pendidikan Bintara Polri meskipun pemerintah sedang menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.
“Terima kasih kepada Polda Kalimantan Utara yang tetap merekrut anak-anak daerah, khususnya putra-putri Malinau, untuk mengikuti pendidikan calon Bintara Polri tahun ini,” tutupnya.
Keberlanjutan rekrutmen dan penempatan lulusan asal daerah diharapkan dapat memperkuat jumlah personel sekaligus meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat Malinau. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan