Kebakaran Jalan Belida Hanguskan Tujuh Rumah Kontrakan

Tujuh rumah di kawasan padat Kelurahan Timbau hangus terbakar, tetapi operasi pemadaman tim gabungan memastikan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran menghanguskan sedikitnya tujuh rumah di kawasan permukiman padat Jalan Belida, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (20/07/2026) malam. Meski kerusakan cukup luas, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Api dapat dikendalikan sekitar satu jam setelah operasi pemadaman dimulai. Petugas menerima laporan pada pukul 21.20 Waktu Indonesia Tengah (WITA), kemudian memulai penanganan pada pukul 21.24 WITA hingga kobaran api terkendali sekitar pukul 22.35 WITA.

Kebakaran tersebut, sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa, (21/07/2026), terjadi di lingkungan yang dipenuhi rumah kontrakan dan bangunan sewaan sehingga jumlah keluarga terdampak belum dapat dipastikan.

Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar Fida Hurisani mengatakan petugas segera bergerak setelah laporan diterima Markas Komando (Mako). “Info masuk ke Mako dan kami langsung merespons. Saat petugas tiba di tempat kejadian, api sudah besar,” kata Fida.

Kondisi api yang telah membesar membuat petugas memprioritaskan pembatasan area kebakaran agar kobaran tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. “Penanganan dilakukan mulai pukul 21.24 Wita sampai sekitar pukul 22.35 Wita. Saat itu api sudah bisa dikendalikan,” ujarnya.

Setelah kobaran utama dipadamkan, personel tetap berada di lokasi untuk melakukan pendinginan. Langkah tersebut diperlukan guna memastikan bara yang tersisa tidak kembali menyala dan memicu kebakaran susulan.

“Setelah api berhasil dikendalikan, personel tetap melakukan pendinginan sampai dipastikan benar-benar aman,” ucapnya.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kukar mengerahkan personel Pleton 3 yang sedang menjalankan tugas piket. Kekuatan tim kemudian ditambah dengan personel Pleton 1 dan Pleton 2.

“Personel yang turun merupakan Pleton 3 sebagai piket, kemudian dibantu backup dari Pleton 1 dan Pleton 2,” katanya.

Sebanyak tujuh unit mobil pemadam, dua kendaraan pikap dengan pompa portabel, dan satu kendaraan penyelamatan dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman juga melibatkan relawan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Petugas PLN membantu mengamankan jaringan listrik di sekitar lokasi, sedangkan personel gabungan membatasi pergerakan api di antara bangunan yang berdiri berdekatan.

Fida memastikan kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. “Alhamdulillah enggak ada korban,” ujar Fida.

Namun, jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal masih dalam pendataan karena sebagian besar bangunan merupakan rumah kontrakan atau terdiri atas beberapa pintu sewaan. “Belum dapat kepastian karena hampir semua merupakan kontrakan dan sewa pintuan,” kata dia.

Penyebab kebakaran juga belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, dan menelusuri titik awal munculnya api.

“Belum bisa terkonfirmasi dengan valid. Tadi pihak kepolisian masih mencari informasi serta saksi di lapangan,” ujarnya.

Fida menegaskan penentuan penyebab kebakaran menjadi kewenangan penyidik kepolisian sehingga Damkar Kukar belum dapat menyampaikan dugaan awal kepada masyarakat.

“Untuk asal-usul kebakaran masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian,” kata Fida.

Selain penyebab kebakaran, nilai kerugian material masih dihitung oleh petugas. Pendataan terhadap penghuni dan pemilik bangunan diharapkan segera selesai agar kebutuhan mendesak warga terdampak dapat diketahui dan ditangani. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com