Rakercab IV DPC IWAPI Banjar menjadi forum evaluasi dan penyusunan program untuk memperkuat kapasitas, legalitas, inovasi, serta daya saing pengusaha perempuan dan UMKM.
BANJAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Banjar (Banjar) menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) IV untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan strategi penguatan pengusaha perempuan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama satu tahun mendatang.
Rakercab yang berlangsung di Islamic Center Martapura, Rabu (22/07/2026), tersebut diikuti hampir 50 pengurus dan anggota dari empat Dewan Pimpinan Ranting (DPR), yakni Kecamatan Martapura Kota, Astambul, Martapura Timur, dan Martapura Barat.
Mengusung tema “Mendukung Perempuan Pengusaha sebagai Pencetak Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi program selama satu tahun terakhir sekaligus penyusunan agenda kerja organisasi untuk periode berikutnya.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banjar Rahmi Robiaty yang membuka kegiatan mengatakan, IWAPI merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan perempuan. IWAPI juga tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW).

“Alhamdulillah, hari ini kita membuka Rakercab IV DPC IWAPI Kabupaten Banjar. Semoga acaranya berjalan dengan lancar dan sukses, karena IWAPI merupakan salah satu mitra strategis pemerintah yang juga tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW),” ujarnya.
Rahmi menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar siap mendukung program IWAPI melalui kolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dukungan tersebut dapat diberikan melalui pendampingan sosial, penguatan UMKM, hingga fasilitasi pengurusan legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IWAPI Kalimantan Selatan (Kalsel) Shinta Laksmi Dewi menjelaskan, Rakercab merupakan agenda tahunan yang wajib diselenggarakan setiap DPC IWAPI sebagai sarana evaluasi dan penyusunan program organisasi.

“Rakercab ini merupakan salah satu kewajiban bagi setiap DPC untuk dilaksanakan satu kali setiap tahun dalam rangka mengevaluasi program yang telah berjalan selama satu tahun ke belakang dan menyusun program kerja untuk satu tahun ke depan,” katanya.
Shinta berharap DPC IWAPI Banjar dapat terus menjadi penggerak UMKM, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi. Pelaku usaha perempuan dinilai perlu meningkatkan efisiensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memenuhi ketentuan perizinan, dan mengikuti kebijakan pemerintah.
“Kami berharap ketahanan ekonomi tetap tercipta di antara teman-teman UMKM. Hari ini kita berhadapan dengan berbagai kendala ekonomi yang turut memengaruhi kondisi ekonomi nasional maupun daerah. Karena itu, kami berharap para pelaku UMKM tetap bersemangat, efisien dalam menjalankan usahanya, dan terus berkembang mengikuti kemajuan zaman,” ungkapnya.
Ketua DPC IWAPI Banjar Dwiarlinda Reidani mengatakan, tema Rakercab IV dipilih sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mencetak pengusaha perempuan yang mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah secara inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Harapan saya, IWAPI Kabupaten Banjar terus menjadi organisasi perempuan yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Kepemimpinan IWAPI yang baru nantinya juga diharapkan dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Rakercab IV juga menjadi agenda terakhir Dwiarlinda selama menjabat sebagai Ketua DPC IWAPI Banjar. Ia berharap kepengurusan berikutnya mampu memperluas keanggotaan dengan melibatkan lebih banyak pengusaha perempuan dari kalangan milenial maupun senior.
“Semoga kepemimpinan IWAPI yang baru nantinya bisa menambah anggota, baik dari kalangan milenial maupun senior, serta mampu menyatukan seluruh anggota IWAPI yang memiliki latar belakang usia dan jenis usaha yang beragam,” tuturnya.
Melalui Rakercab IV, DPC IWAPI Banjar diharapkan menghasilkan program yang dapat meningkatkan kapasitas, legalitas, inovasi, dan daya saing usaha para anggotanya. Kolaborasi dengan Pemkab Banjar dan OPD terkait juga diharapkan memperkuat kontribusi pengusaha perempuan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan. []
Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan