BPBD Nunukan Pantau Longsor di Jalan Binusan

Longsor akibat hujan berintensitas tinggi mengancam satu bangunan peternakan ayam di Jalan Binusan, sementara BPBD Nunukan meningkatkan pemantauan untuk mengantisipasi pergerakan tanah susulan.

NUNUKAN – Tanah longsor mengancam satu bangunan usaha peternakan ayam di Jalan Binusan, Rukun Tetangga (RT) 14, kilometer 2, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Selasa (21/07/2026) sekitar pukul 18.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi warga diminta mewaspadai kemungkinan longsor susulan karena curah hujan masih tinggi.

Bangunan peternakan ayam milik Hendrik yang menggunakan konstruksi rangka baja ringan itu berada di sekitar area terdampak longsor. Hingga proses asesmen dilakukan, nilai kerugian material masih dalam pendataan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan menerjunkan empat personel ke lokasi bersama seorang perangkat Desa Binusan untuk melakukan kaji cepat, mendata dampak, dan memastikan area tersebut tetap aman bagi masyarakat.

Berdasarkan asesmen awal, longsor diduga dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Nunukan selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan tanah menjadi labil dan rentan bergerak.

Personel BPBD Nunukan Fazwan mengatakan, tim langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat untuk memeriksa kondisi tanah dan bangunan yang terancam.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pendataan dan penilaian kondisi di lapangan. Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kami mengimbau pemilik bangunan dan masyarakat sekitar agar tetap waspada, mengingat curah hujan masih cukup tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan,” ujar Fazwan, sebagaimana dilansir Simp4tik, Selasa, (21/07/2026).

Dalam penanganan awal, tim menggunakan empat sepeda motor operasional, dua unit headlamp, serta dua unit handy talky (HT) untuk mendukung mobilitas dan komunikasi selama asesmen di lapangan.

BPBD Nunukan meminta masyarakat yang tinggal di kawasan lereng dan wilayah rawan longsor meningkatkan kewaspadaan selama hujan masih berlangsung. Warga juga diminta memperhatikan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan pada permukaan tanah maupun bangunan.

Apabila menemukan tanda tersebut, masyarakat diminta segera melapor kepada pemerintah setempat atau BPBD Nunukan agar pemeriksaan dan langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

BPBD Nunukan akan terus memantau kondisi di Jalan Binusan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Binusan dan instansi terkait untuk mengantisipasi meluasnya longsor maupun ancaman bencana susulan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com