MTQ Loa Kulu Berakhir, Desa Sepakat Bawa Pulang Piala Bergilir

LPTQ Kecamatan Loa Kulu diminta menindaklanjuti hasil MTQ VIII dengan pembinaan rutin, pemetaan potensi peserta, serta peningkatan kapasitas pelatih di setiap desa.

KUTAI KARTANEGARA – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Loa Kulu diminta segera menyusun program pembinaan berkelanjutan bagi peserta berprestasi seusai Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Tingkat Kecamatan Loa Kulu. Pembinaan diperlukan agar para peserta siap mewakili Kecamatan Loa Kulu pada MTQ tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan jenjang yang lebih tinggi.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono saat menutup MTQ VIII Tingkat Kecamatan Loa Kulu di Lapangan Sepak Bola Desa Jongkang, Rabu (29/07/2026). Dalam kegiatan itu, Desa Sepakat ditetapkan sebagai juara umum dan berhak membawa pulang piala bergilir Camat Loa Kulu.

Sunggono, yang juga menjabat Ketua Umum (Ketum) LPTQ Kukar, meminta LPTQ Kecamatan Loa Kulu berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memetakan potensi peserta, meningkatkan kapasitas pelatih, menyediakan sarana belajar, serta memperkuat rumah tahfiz.

Menurutnya, pembinaan tidak boleh hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ. Peserta yang berprestasi perlu memperoleh pelatihan, pendampingan, dan kesempatan berlatih secara rutin agar regenerasi tetap terjaga dan prestasi Kecamatan Loa Kulu terus meningkat.

Pesan Bupati Kukar tersebut disampaikan Sunggono sebagaimana dilansir Kukarpaper, Kamis, (30/07/2026).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Loa Kulu , Pengurus LPTQ Kecamatan, Para Kepala Desa, Seluruh Panitia, Dewan Hakim, Aparat Keamanan, Tenaga Kesehatan, Organisasi Kemasyarakatan serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dengan sungguh sungguh sehingga kegiatan ini dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar. Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an tumbuh dari semangat kebersamaan dan menjadi tanggung jawab kita semua. Saya juga menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti setiap cabang perlombaan dengan penuh kesungguhan.”

“Kehadiran peserta bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk menunjukkan kecintaan kepada Al-Qur’an. Semoga setiap ayat yang dibaca, dihafal, dipahami, dan diamalkan menjadi pahala, cahaya kehidupan, serta sumber keberkahan bagi diri, keluarga, dan masyarakat. Musabaqah Tilawatil Qur’an memiliki kedudukan yang penting dalam kehidupan masyarakat. MTQ bukan sekadar agenda seremonial tahunan dan bukan pula semata-mata perlombaan untuk menentukan juara. MTQ merupakan media dakwah, pendidikan, pembinaan, dan penguatan karakter umat. Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk mendekatkan Al-Qur’an kepada kehidupan sehari-hari, menumbuhkan kebiasaan membaca dan mempelajarinya, serta menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup dalam bersikap dan bertindak.”

“Al-Qur’an mengajarkan kejujuran, keadilan, tanggung jawab, kasih sayang, kesabaran, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai nilai tersebut sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam proses pembangunan daerah. Pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus membentuk manusia yang beriman, berilmu, berakhlak, produktif, dan memiliki kepedulian sosial. Karena itu, semangat MTQ harus kita bawa keluar dari arena perlombaan dan kita wujudkan dalam kehidupan nyata. Saya mengajak seluruh masyarakat Loa Kulu untuk menjadikan masjid, langgar, sekolah, pesantren, majelis taklim, dan rumah-rumah keluarga sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an. Anak-anak perlu dikenalkan kepada Al-Qur’an sejak dini dengan cara yang baik, penuh kasih sayang, dan berkesinambungan. Remaja perlu diberikan ruang untuk tumbuh sebagai generasi yang percaya diri, terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap memiliki fondasi iman dan akhlak yang kuat. Orang tua pun harus memberikan keteladanan, sebab pendidikan terbaik dimulai dari lingkungan keluarga.”

“Kepada para alim ulama, guru mengaji, ustaz dan ustazah, pembina rumah tahfiz, serta seluruh penggerak pendidikan Al-Qur’an, saya menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya.”

“Pengabdian Bapak dan Ibu memiliki arti besar bagi masa depan daerah. Di tengah perubahan sosial yang cepat, derasnya arus informasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, keberadaan para pendidik AlQur’an menjadi benteng moral sekaligus sumber inspirasi. Pemerintah daerah memerlukan dukungan para ulama dan tokoh masyarakat untuk terus membangun suasana yang religius, damai, toleran, dan saling menghormati. Pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan yang berjenjang. Dari kegiatan inilah lahir bibit-bibit terbaik yang nantinya dapat mewakili Kecamatan Loa Kulu pada MTQ tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara dan, insyaallah, pada jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, hasil MTQ ini harus ditindaklanjuti dengan pembinaan yang terencana. Peserta yang berprestasi perlu mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan kesempatan berlatih secara rutin, bukan hanya menjelang pelaksanaan musabaqah.”

Sunggono juga meminta peserta yang berhasil menjadi juara tidak cepat berpuas diri. Mereka diharapkan terus belajar, menjaga kedisiplinan, menghormati guru, dan mempersiapkan diri untuk membawa nama Kecamatan Loa Kulu pada MTQ tingkat kabupaten.

“Sunggono juga menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang menjadi juara pada berbagai bidang lomba. Prestasi ini hendaknya diterima dengan rasa syukur dan rendah hati. Jangan cepat merasa puas, karena keberhasilan hari ini adalah awal untuk belajar lebih giat. Persiapkan diri dengan disiplin agar mampu membawa nama baik kecamatan pada tingkat kabupaten. Tetaplah menghormati guru, menjaga adab, dan menjadikan kemampuan yang dimiliki sebagai jalan untuk berdakwah serta memberikan teladan kepada lingkungan sekitar. Kepada peserta yang belum memperoleh juara, jangan berkecil hati. Keikutsertaan dalam MTQ telah menjadi pengalaman yang berharga. Dalam sebuah musabaqah, hasil penilaian memang menentukan peringkat, tetapi usaha, keberanian tampil, kedisiplinan berlatih, dan kemauan memperbaiki diri merupakan kemenangan yang tidak kalah penting. Teruslah belajar dan berlatih. Jadikan catatan dewan hakim sebagai bahan evaluasi, sehingga pada kesempatan berikutnya Saudara-saudari dapat tampil lebih baik.”

“Saya juga mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari banyaknya piala yang diperoleh. Ukuran yang lebih mendasar adalah meningkatnya jumlah masyarakat yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, bertambahnya penghafal Al-Qur’an, tumbuhnya tradisi belajar agama, berkurangnya perilaku yang merugikan diri dan orang lain, serta menguatnya kepedulian social,” jelas Sunggono.

MTQ VIII Tingkat Kecamatan Loa Kulu berlangsung selama lima hari, mulai 25 hingga 29 Juli 2026. Sebanyak 14 desa mengikuti kegiatan dengan mempertandingkan 21 cabang musabaqah. Penutupan ditandai dengan penekanan tombol sirene dan pesta kembang api.

Camat Loa Kulu Adriansyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, dewan hakim, peserta, pemerintah desa, dan masyarakat yang mendukung pelaksanaan MTQ. Ia juga mengucapkan selamat kepada para qari dan qariah yang berhasil meraih juara serta meminta peserta yang belum berhasil untuk terus meningkatkan kemampuan.

Adriansyah turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menjelang masa purnatugasnya pada 1 November 2026. Setelah pensiun, ia menyatakan akan kembali menjadi bagian dari masyarakat Loa Kulu.

Berdasarkan hasil penilaian dewan hakim, Desa Sepakat menempati peringkat pertama sekaligus meraih gelar juara umum. Posisi kedua ditempati Desa Loa Kulu Kota, disusul Desa Jongkang pada peringkat ketiga.

Peringkat berikutnya secara berurutan ditempati Desa Jembayan, Desa Sumber Sari, Desa Jembayan Tengah, Desa Rempanga, Desa Loa Sumber, Desa Ponoragan, Desa Sungai Payang, Desa Jembayan Dalam, Desa Margahayu, Desa Jonggon Desa, dan Desa Jonggon Jaya.

Desa Jonggon Jaya ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ IX Tingkat Kecamatan Loa Kulu. Program pembinaan yang terencana diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dari seluruh desa sekaligus memperkuat syiar dan pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com