Perpustakaan Keliling Siapkan Warga Binaan Hadapi Dunia Kerja

DPK Bartim menyediakan buku pertanian, perikanan, perbengkelan, dan pengolahan kuliner untuk membantu warga binaan menyiapkan keterampilan kerja dan usaha setelah bebas.

BARITO TIMUR  – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang mendapat akses buku-buku keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja dan merintis usaha setelah menyelesaikan masa pembinaan. Bahan bacaan vokasional itu disalurkan melalui layanan Perpustakaan Keliling, Kamis (30/07/2026).

Layanan tersebut diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Barito Timur (Bartim) untuk melengkapi pembinaan keterampilan yang telah dijalankan di dalam rutan. Koleksi yang dibawa mencakup buku pertanian, perikanan, perbengkelan, pengolahan kuliner, dan berbagai pengetahuan praktis lainnya.

Program itu sekaligus mendukung target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bartim untuk mencetak 1.000 tenaga kerja terlatih dalam periode kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bartim 2025–2030.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPK Bartim, Ari Panan P. Lelu, mengatakan perpustakaan memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, termasuk bagi masyarakat yang sedang menjalani pembinaan di dalam rutan.

“Melalui kunjungan rutin Perpustakaan Keliling ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIb Tamiang Layang, kami ingin menumbuhkan sekaligus melestarikan budaya membaca di kalangan warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antara DPK dan pihak rutan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Pemerintah Kabupaten Bartim, Kamis (30/07/2026).

Menurut Ari, pemilihan buku ilmu terapan disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan WBP. Pengetahuan dari bahan bacaan diharapkan dapat melengkapi praktik keterampilan yang telah mereka jalani sehingga proses pembinaan tidak berhenti pada kegiatan rutin, tetapi juga mengarah pada kemandirian ekonomi.

Buku-buku tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan dasar bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan, mencari pekerjaan, atau membuka usaha ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Harapan kami, ketika masa pembinaan selesai, para warga binaan sudah memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan teknis yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, membuka peluang usaha, maupun memasuki dunia kerja,” tambahnya.

Ari menilai akses terhadap bahan bacaan dan informasi merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. Literasi dinilai dapat memperluas wawasan, menumbuhkan motivasi, serta meningkatkan kepercayaan diri WBP untuk menjalani kehidupan baru setelah bebas.

Selain menyediakan bahan bacaan, DPK Bartim menyerahkan buah tangan kepada perwakilan WBP sebagai simbol kepedulian dan upaya mempererat hubungan dengan keluarga besar Rutan Kelas IIB Tamiang Layang.

Melalui layanan Perpustakaan Keliling tersebut, DPK Bartim berupaya memperluas jangkauan layanan literasi kepada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses. Program ini diharapkan membantu WBP menjadi lebih terampil, produktif, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com