Kebakaran tumpukan sampah seluas sekitar 6.000 meter persegi memunculkan titik api bawah tanah dan asap pekat, sementara seorang petugas Gulkarmat meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat bertugas.
JAKARTA – Kebakaran tumpukan sampah yang memunculkan titik api bawah tanah di lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi di Kramat Jati tidak hanya memperpanjang proses pemadaman, tetapi juga diwarnai gugurnya seorang petugas pemadam kebakaran bernama Andriyono saat menjalankan tugas.
Andriyono merupakan Kepala Regu (Karu) Kelompok Cepu Sektor Cipayung pada Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim). Ia meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan ketika menangani kebakaran di Jalan Penggilingan Baru 1, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati.
Kebakaran bermula pada Sabtu (01/08/2026) sekitar pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 11.35 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan sampai Minggu (02/08/2026) pagi karena masih terdapat material sampah yang terbakar di bawah permukaan.
Ketua Rukun Warga (RW) 03 Kelurahan Dukuh Irman Riyadi mengatakan Andriyono sempat mengalami sesak napas dan pingsan saat bertugas. Menurut Irman, arah angin membawa asap pekat menuju posisi petugas yang sedang bersiaga.
“Posisi angin saat kejadian mengarah ke barat, membawa asap tebal ke arah petugas yang sedang bersiaga di sisi tersebut. Korban sempat pingsan di tempat akibat kehabisan oksigen,” kata Irman, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (02/08/2026).
Rekan-rekannya segera mengevakuasi Andriyono dari lokasi kebakaran dan membawanya ke Rumah Sakit (RS) Harapan Bunda untuk memperoleh penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
“Saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Kami, pihak pengurus lingkungan, telah melayat ke rumah duka untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam,” ujar Irman.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Gulkarmat Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Bayu Megantara menjelaskan bahwa Andriyono mengeluhkan nyeri dada ketika melakukan penyambungan selang di lokasi pemadaman.
“Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada bagian dada,” kata Bayu.
Petugas kemudian meminta bantuan tim medis yang bersiaga di lokasi. Andriyono dilarikan ke RS Harapan Bunda di Pasar Rebo, Jaktim, dan mendapatkan tindakan pertolongan darurat.
“Tim medis telah melakukan upaya resusitasi jantung paru (RJP). Namun, almarhum dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung,” tuturnya.
Bayu menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Andriyono. Dinas Gulkarmat DKI Jakarta juga memastikan seluruh hak keluarga petugas tersebut akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kebakaran diduga bermula dari aktivitas anak-anak yang bermain api di lahan kosong pada Sabtu pagi. Embusan angin kencang kemudian memperbesar kobaran api dan menyebarkan asap pekat ke sekitar lokasi.
Upaya pemadaman melibatkan personel Gulkarmat bersama Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Dukuh. Petugas menghadapi kendala karena tumpukan puing di permukaan menutupi material sampah di lapisan bawah yang masih terbakar.
Kondisi tersebut menimbulkan titik api bawah tanah atau ground fire yang terus menghasilkan asap pekat. Petugas harus mengurai tumpukan material dan melakukan pendinginan secara bertahap untuk memastikan tidak ada bara maupun asap yang tersisa.
Peristiwa ini menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi petugas ketika menangani kebakaran sampah dengan titik api tersembunyi. Evaluasi keselamatan kerja, pemeriksaan kesehatan, ketersediaan alat pelindung, dan dukungan medis di lokasi diharapkan terus diperkuat untuk melindungi personel dalam setiap operasi pemadaman. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan