Air Setinggi Dada Terjang Nunukan, Sekolah dan Permukiman Terendam

Hujan deras selama lima jam, keterbatasan drainase, dan pasang air laut menyebabkan puluhan rumah, sekolah, jalan, serta fasilitas umum di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik terendam.

NUNUKAN – Curah hujan tinggi, keterbatasan daya tampung drainase, dan pasang air laut memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Nunukan (Nunukan), Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (03/08/2026). Lebih dari 30 rumah, fasilitas pendidikan, jalan utama, dan sejumlah fasilitas umum terendam, sementara satu mobil sempat terseret arus.

Hujan berintensitas tinggi mengguyur Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik sejak sekitar pukul 02.00 hingga 07.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Aliran air menuju laut terhambat akibat pasang sehingga genangan meningkat dengan cepat di sejumlah kawasan.

Di Pulau Nunukan, dampak terparah dilaporkan terjadi di kawasan Sei Fatimah dan Sei Bilal. Arus banjir yang deras menyebabkan ketinggian air di beberapa lokasi mencapai dada orang dewasa.

Sebuah mobil yang terparkir sempat terseret arus. Kendaraan tersebut tidak terbawa lebih jauh setelah tertahan batang kayu yang ikut hanyut.

Banjir juga melanda Kecamatan Nunukan Selatan. Jalan Sungai Sembilan, Kelurahan Selisun, menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah dengan lebih dari 30 rumah dan sebuah sekolah swasta terendam.

Di Pulau Sebatik, air turut menggenangi permukiman warga dan sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah. Pemerintah daerah masih mendata jumlah warga terdampak dan kerusakan infrastruktur di kedua pulau tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Yunus Randa Layuk mengatakan hujan deras berlangsung selama sekitar lima jam, sebagaimana dilansir Simp4tik, Senin, (03/08/2026).

“Beberapa titik yang terdampak antara lain Kelurahan Sungai Sembilan, Jalan Pattimura, Jalan Pattimura Atas, Jalan Lumba-Lumba, Pasar Baru, Mansapa, serta sejumlah wilayah lainnya,” ujarnya.

BPBD bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta pemerintah kecamatan dan kelurahan melakukan evakuasi dan membantu warga membersihkan rumah yang terendam. Petugas juga melakukan penyedotan air di sejumlah lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terus mendata warga terdampak dan kerusakan sebagai dasar penanganan serta penyaluran bantuan.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan berintensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi. Perbaikan drainase dan penguatan mitigasi banjir diperlukan untuk mengurangi risiko serupa, terutama ketika hujan deras terjadi bersamaan dengan pasang air laut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com