Iran mengklaim berhasil menyerang fasilitas militer AS di Timur Tengah selama konflik 17 hari, meski pernyataan tersebut belum memperoleh konfirmasi dari Washington.
TEHERAN – iran menyatakan serangan balasan yang Dilancarkan Selama konflik Bersanjata selama 17 Hari pada Juli telah memberikan dampak Besar Terhadap faslitas milik Amerika (AS) di Kawasan Timur tengah Klain Tersebut. disampaikan oleh penasihat Oleh pakar Keamanan Pemimpin Tertinggi Iran yang juga menilai konfrontasi tersebut menjadi salah satu fase penting dalam Konflik Terbaru antara Kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan oleh penasihat keamanan pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, saat diwawancarai media Iran. Menurutnya, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) berhasil menyerang sejumlah target militer AS di kawasan, termasuk pangkalan yang berada di Irak dan Kuwait.
Rezaei mengklaim serangan Iran memaksa Washington melakukan evakuasi terhadap dua pangkalan militernya. Namun, hingga kini belum terdapat konfirmasi resmi dari pemerintah AS mengenai klaim tersebut.
Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu, (05/08/2026), Rezaei juga menilai konflik tersebut merupakan bagian dari rangkaian perang yang telah diperkirakan sebelumnya oleh pihak Iran.
Selain menyoroti jalannya konflik, Rezaei memperkirakan Presiden AS Donald Trump akan menghentikan komitmennya terhadap nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) maupun kesepakatan gencatan senjata. Menurutnya, AS hanya menjalankan komitmen tersebut dalam beberapa hari pertama sebelum kembali meningkatkan tekanan militer terhadap Iran.
Ia juga menyinggung aktivitas militer AS di kawasan Selat Hormuz. Menurut Rezaei, Iran mengambil tindakan terhadap sejumlah kapal sebagai respons atas langkah Washington yang dinilai mengabaikan peringatan dari Teheran terkait pengaturan jalur pelayaran di wilayah tersebut.
Ketegangan antara Iran dan AS kembali meningkat setelah Washington melancarkan serangan militer pada pertengahan Juli. Iran kemudian membalas serangan tersebut sehingga memicu kembali pecahnya konflik bersenjata di kawasan. Hingga kini, situasi keamanan di Timur Tengah masih menjadi perhatian dunia karena berpotensi memengaruhi stabilitas regional. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan