Produk Lokal Ternate Dinilai Berkualitas Ekspor, Fala Satu Putri Siap Naik Kelas

Stik kenari, abon tuna, dan abon ikan garo rica produksi Fala Satu Putri telah dilengkapi kemasan serta label halal dan dinilai berpeluang dikembangkan sebagai oleh-oleh khas Ternate hingga menembus pasar lebih luas.

MALUKU UTARA – Produk olahan pangan lokal Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), yang dikembangkan usaha rumahan Fala Satu Putri dinilai memiliki daya saing untuk menembus pasar lebih luas. Produk berupa stik kenari hingga abon ikan tersebut telah dilengkapi kemasan dan label halal serta dinilai berpotensi dikembangkan sebagai oleh-oleh khas Ternate.

Potensi itu mendapat perhatian Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat mengunjungi lokasi produksi Fala Satu Putri di Jalan Pertamina 277, Tafure, Ternate Utara, Jumat (18/09/2026).

“Saya sangat apresiasi usaha produk lokal stik dan abon ini karena usaha yang diproduksi Bu Maryani ini memiliki kualitas ekspor,” ujar Afriansyah.

Sebagaimana diberitakan Warta Transparansi, Sabtu, (19/09/2026), Afriansyah juga menyoroti kualitas kemasan dan keberadaan label halal sebagai nilai tambah produk Fala Satu Putri.

“Makanan ringan ini memiliki kemasan yang bagus, sudah dilengkapi label halal, dan sangat siap diperjualbelikan sebagai oleh-oleh khas bagi siapa saja yang berkunjung ke Ternate,” katanya.

Fala Satu Putri dikelola Maryani Ade bersama enam anggota Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan. Kelompok tersebut memanfaatkan berbagai bahan pangan lokal untuk menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Produk yang dihasilkan antara lain stik kenari, abon ikan tuna, dan abon ikan garo rica. Khusus stik kenari, Fala Satu Putri menawarkan enam varian rasa, yakni ikan tore, kenari, keju, pala, ubi ungu, serta bawang seledri.

Pengolahan komoditas lokal menjadi pangan siap jual tersebut menjadi bagian dari upaya kelompok TKM meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan dukungan kepada peserta TKM melalui pelatihan dan bantuan usaha untuk mendorong kegiatan usaha yang dapat berkembang secara berkelanjutan.

Bagi Maryani, perhatian terhadap produk Fala Satu Putri menjadi dorongan bagi kelompoknya untuk meningkatkan dan memperluas usaha yang telah dirintis.

“Saya berharap semoga usaha ini menjadi lebih baik lagi dan bisa terus berkembang ke depannya,” kata Maryani.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenaker didampingi Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Malut Marwan serta Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Malut Irnawati Dahman.

Pengembangan Fala Satu Putri menunjukkan peluang bahan pangan khas daerah untuk tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah. Dengan penguatan kualitas, kemasan, legalitas, dan jaringan pemasaran, produk lokal Ternate diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *