SIAPkerja dan Tracer Study Jadi Fokus Kolaborasi Kemnaker-Unsoed

Kemnaker dan Unsoed memperkuat pemanfaatan SIAPkerja serta tracer study untuk memetakan kebutuhan kompetensi sekaligus memperluas akses mahasiswa dan alumni terhadap pelatihan, pemagangan, dan kesempatan kerja.

JAWA TENGAH – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendorong penguatan kesiapan mahasiswa dan alumni memasuki dunia kerja melalui pemanfaatan ekosistem SIAPkerja, peningkatan kompetensi, pemagangan, hingga penguatan tracer study sebagai basis pemetaan kebutuhan tenaga kerja.

Upaya tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama kedua institusi yang dibahas dalam Sosialisasi Program Kemnaker di Unsoed, Purwokerto, Jumat (18/09/2026). Salah satu agenda yang disiapkan adalah perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan pengembangan program ketenagakerjaan bagi mahasiswa dan lulusan Unsoed.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan keberlanjutan kerja sama diperlukan agar berbagai program ketenagakerjaan dapat dilaksanakan secara lebih terarah.

“Salah satu agenda penting yang perlu kita tindak lanjuti adalah perpanjangan Nota Kesepahaman atau MoU antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Universitas Jenderal Soedirman,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi, saat menghadiri Sosialisasi Program Kemnaker di Unsoed, Purwokerto, Jumat (18/09/2026).

Melalui kerja sama tersebut, Kemnaker dan Unsoed diharapkan dapat memperluas penyediaan informasi pasar kerja, peningkatan kompetensi, program pemagangan, serta fasilitasi kesempatan kerja bagi mahasiswa dan alumni.

Penguatan tracer study juga dinilai penting untuk memperoleh gambaran kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan. Data tersebut dapat mencakup masa tunggu memperoleh pekerjaan, kesesuaian bidang pendidikan dengan pekerjaan, hingga kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Informasi itu selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun program peningkatan kompetensi dan penempatan tenaga kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Selain melalui tracer study, mahasiswa dan alumni Unsoed juga dapat memanfaatkan ekosistem SIAPkerja milik Kemnaker, antara lain Karirhub, Skillhub, Maganghub, Sertifhub, dan Bizhub. Layanan tersebut mencakup informasi lowongan pekerjaan, pelatihan, pemagangan, sertifikasi kompetensi, hingga pengembangan kewirausahaan.

Penguatan akses terhadap layanan tersebut diharapkan dapat memperpendek kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja, sebagaimana diberitakan Kemnaker, Jumat (18/09/2026).

Cris juga menekankan perlunya komunikasi dan konsolidasi antara Kemnaker dan Unsoed untuk menyamakan arah kerja sama, menentukan program prioritas, serta memastikan setiap agenda dapat ditindaklanjuti secara efektif.

“Ke depan, komunikasi dan sinergi antara Kemnaker dan Unsoed diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat, khususnya dalam mendukung kesiapan mahasiswa dan alumni menghadapi kebutuhan dunia kerja,” kata Cris.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Kemnaker dan Unsoed diharapkan tidak hanya memperluas akses mahasiswa dan alumni terhadap peluang kerja, tetapi juga menghasilkan data serta program pengembangan kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *