Pemkab Kubar mendorong keluarga memanfaatkan pekarangan rumah, dukungan bibit, dan akses program CSR untuk memperkuat pemenuhan pangan bergizi bagi anak sejak dini.
KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) mendorong keluarga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menghasilkan pangan bergizi sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan lahan sederhana dengan pot maupun polybag dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), terutama bagi anak-anak.
Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Kubar Rion mengatakan pemenuhan gizi keluarga dapat dimulai dari lingkungan rumah dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan di lahan yang tersedia.
“Tanaman nanti bisa dibuat di dalam pot atau polybag. Bisa juga dibuat di depan teras dengan menggunakan cetakan atau papan, kemudian diisi tanah,” ujarnya sebagaimana diberitakan Kominfokubar, Selasa (11/08/2026).
Rion menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat dan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Selasa (11/08/2026). Menurutnya, keluarga, terutama orang tua, memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak dini.
Selain memanfaatkan lahan rumah, masyarakat dapat berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kubar untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan bibit maupun polybag. Dukungan juga dapat diupayakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor perbankan.
Rion menyebut Bankaltimtara memiliki program CSR yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan masyarakat. Namun, menurutnya, masih banyak warga yang belum mengetahui mekanisme mengakses fasilitas tersebut.
“Banyak orang tidak tahu bagaimana mengakses fasilitas CSR dari bank. Padahal Bank Kaltimtara memiliki CSR yang salah satunya dapat membantu kegiatan masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai pemenuhan pangan sehat tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga pembentukan kebiasaan keluarga dalam memilih asupan yang baik bagi anak.
“Kalau ingat anak, kita akan ingat bagaimana makanan yang baik, makanan bergizi dan makanan sehat. Beragam, bergizi, seimbang, dan aman,” katanya.
Menurut Rion, perhatian terhadap gizi anak merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Anak yang memperoleh asupan gizi memadai diharapkan tumbuh sehat, memiliki kecerdasan, serta memiliki kesempatan lebih baik dalam menempuh pendidikan dan meraih masa depan.
Karena itu, upaya memenuhi kebutuhan gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, serta kader PKK dinilai penting agar edukasi dan pendampingan dapat menjangkau hingga tingkat kampung.
“Bagaimana semua ini terjadi? Ada hubungan antara pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, terutama diperankan oleh ibu-ibu PKK untuk mendampingi orang tua dan anak-anak,” ujarnya.
Dinas Ketahanan Pangan Kubar telah menjalin kerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kubar untuk menjalankan berbagai program pangan dan gizi hingga tingkat kecamatan dan kampung.
Rion berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi menjadi ruang diskusi bagi pemerintah, kader PKK, orang tua, dan masyarakat untuk mencari solusi terhadap persoalan pemenuhan pangan bergizi bagi anak.
“Kami tidak memberikan ilmu yang baru. Ini sebenarnya sudah dilaksanakan oleh ibu-ibu. Bahkan ibu-ibu memiliki keahlian yang lebih. Yang penting bagaimana kita berdiskusi bersama menghadapi persoalan anak-anak terkait makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman,” ungkapnya.
Dalam kegiatan itu, Rion juga memperkenalkan Kepala Bidang (Kabid) Rahel yang mendampinginya. Rahel disebut memiliki latar belakang kesehatan dan keahlian di bidang gizi sehingga peserta didorong memanfaatkan sesi diskusi untuk berkonsultasi mengenai pemenuhan gizi, khususnya bagi anak.
“Yang lebih penting bagaimana memberikan gizi kepada anak-anak. Jangan lupa, gizi untuk diri sendiri juga harus diperhatikan,” pesannya.
Melalui pemanfaatan pekarangan, peningkatan pemahaman gizi, serta kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Kubar berharap kesadaran keluarga terhadap pangan B2SA semakin kuat, termasuk di Kecamatan Penyinggahan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung tumbuhnya generasi Kubar yang sehat, cerdas, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah pada masa mendatang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan