Cegah Stunting, Kalsel Perkuat Layanan Kesehatan Sepanjang Siklus Kehidupan

Pemprov Kalsel memperkuat pelayanan kesehatan keluarga dengan mengandalkan data yang akurat, evaluasi berkala, dan kolaborasi lintas sektor untuk menekan kematian ibu-bayi serta mencegah stunting.

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mendorong pembenahan pelayanan kesehatan keluarga berbasis data untuk mempercepat penurunan kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting. Penguatan tersebut dibahas dalam Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Kabupaten/Kota dalam Pelayanan Kesehatan Keluarga Tahun 2026 di Kalsel.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) Diauddin menilai ketepatan data menjadi salah satu kunci agar intervensi kesehatan keluarga dapat diarahkan sesuai persoalan yang terjadi di setiap daerah. Data yang akurat dan mutakhir diperlukan untuk memetakan kebutuhan sekaligus menentukan langkah pelayanan yang tepat.

“Data yang valid dan up to date adalah fondasi bagi pengambilan keputusan yang tepat dan pemberian layanan kesehatan yang optimal,” tegas Diauddin sebagaimana diberitakan Diskominfomc, Selasa (11/8/2026).

Menurut Diauddin, evaluasi terhadap pencatatan dan pelaporan kesehatan perlu dilakukan secara berkala oleh pemerintah kabupaten/kota. Langkah tersebut tidak hanya untuk melihat capaian program, tetapi juga mengidentifikasi kendala pelayanan dan menyusun rekomendasi yang dapat diterapkan di lapangan.

“Yang tidak kalah penting adalah menyusun rekomendasi yang operasional dan aplikatif, sehingga intervensi yang dilakukan benar-benar berdampak pada penurunan angka kematian ibu dan anak serta perbaikan status gizi masyarakat,” katanya.

Penguatan layanan diarahkan pada seluruh tahapan kehidupan keluarga, terutama sejak masa kehamilan hingga pertumbuhan anak. Pendekatan tersebut mencakup ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui, bayi, balita, anak sekolah, hingga pelayanan keluarga berencana.

“Pelayanan kesehatan keluarga tidak boleh berhenti pada layanan kehamilan dan persalinan saja, tetapi harus menjangkau seluruh siklus kehidupan: ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui, bayi, balita, anak sekolah, hingga pelayanan keluarga berencana,” jelasnya.

Diauddin mengatakan tantangan kesehatan keluarga masih mencakup keterbatasan akses terhadap layanan berkualitas, persoalan kekurangan gizi, jarak kehamilan yang terlalu dekat, serta kelelahan ibu yang dapat memengaruhi kondisi keluarga. Karena itu, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan penanganan ketika persoalan telah muncul.

Penguatan tersebut juga berkaitan dengan pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesehatan Ibu dan Anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Regulasi tersebut menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.

“Undang-undang ini juga menegaskan pentingnya peran aktif suami dalam pendampingan istri serta penguatan peran keluarga sebagai pondasi utama tumbuh kembang anak,” ujar Diauddin di Banjarmasin, Selasa (11/8/2026).

Dalam pelaksanaannya, Dinkes Kalsel mendorong penguatan koordinasi antara Dinas Kesehatan kabupaten/kota, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), dan berbagai sektor terkait. Kolaborasi tersebut diperlukan agar persoalan kesehatan keluarga dapat ditangani secara terpadu sejak pelayanan dasar hingga dukungan lintas sektor.

Pertemuan monitoring dan evaluasi juga dimanfaatkan sebagai ruang pertukaran pengalaman antardaerah. Pemerintah berharap praktik yang dinilai efektif dapat menjadi pembelajaran untuk mengatasi kendala pelayanan kesehatan keluarga di wilayah lain.

Diauddin menegaskan bahwa penguatan layanan harus diarahkan pada hasil yang terukur, terutama dalam menekan kematian ibu dan bayi, memperbaiki status gizi, serta mencegah stunting. Dengan pencatatan yang lebih akurat dan evaluasi yang berkelanjutan, kebijakan kesehatan diharapkan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui penguatan pelayanan sepanjang siklus kehidupan dan pemanfaatan data sebagai dasar intervensi, Pemprov Kalsel menargetkan kualitas pelayanan kesehatan keluarga semakin merata di seluruh kabupaten/kota. Upaya tersebut diharapkan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesehatan ibu, bayi, anak, dan keluarga di Kalsel. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com