Belajar Desain Grafis, Cara Baru Dispersip Tanbu Hidupkan Perpustakaan

Dispersip Tanah Bumbu memperluas fungsi perpustakaan melalui pelatihan desain grafis agar masyarakat memiliki ruang belajar yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

TANAH BUMBU – Perpustakaan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mulai diarahkan menjadi ruang pengembangan keterampilan masyarakat dengan memanfaatkan kegiatan kreatif sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pendekatan tersebut diwujudkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tanbu melalui Workshop Desain Grafis bertajuk “Belajar Mendesain Lebih Kreatif” di Studio Mini Dispersip Tanbu, Selasa (11/8/2026).

Kepala Dispersip Tanbu Yulia Rahmadani mengatakan perubahan fungsi perpustakaan diperlukan agar fasilitas tersebut dapat mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Perpustakaan tidak lagi hanya menyediakan aktivitas membaca, tetapi juga menjadi tempat masyarakat memperoleh pengalaman dan keterampilan baru.

“Sekarang perpustakaan itu tidak hanya untuk membaca, meminjam dan mengembalikan buku, tetapi kita boleh berkegiatan. Contohnya seperti saat ini,” kata Yulia.

Menurut Yulia, kegiatan yang berlangsung di perpustakaan juga memiliki nilai dokumentasi karena setiap aktivitas dapat menjadi bagian dari arsip perjalanan lembaga. Dokumentasi kegiatan tersebut kemudian dapat disebarluaskan melalui media sosial agar masyarakat mengetahui berbagai aktivitas yang tersedia di perpustakaan.

Ia menilai pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dispersip Tanbu untuk memperluas peran perpustakaan dalam mencerdaskan masyarakat. Proses belajar, menurutnya, tidak selalu berlangsung melalui buku karena setiap orang mempunyai cara berbeda dalam menerima dan memahami informasi.

“Belajar itu bukan hanya membaca. Ada yang cepat memahami dengan membaca, tetapi ada juga yang lebih mudah memahami dengan melihat atau mendengar. Masing-masing kita memiliki kelebihan,” ujarnya.

Yulia juga mendorong masyarakat agar tidak melewatkan kesempatan mengikuti kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan. Menurut dia, kemauan mengambil peluang belajar menjadi salah satu modal penting untuk mengembangkan diri.

“Kalau ada kesempatan, gas. Karena kapan lagi kesempatan itu ada. Kalau ada peluang, ambil dulu peluangnya, setelah itu baru kita pikirkan hambatannya. Kalau tidak diambil, kesempatan itu bisa hilang,” tuturnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang menempatkan desain grafis sebagai salah satu bentuk pembelajaran berbasis keterampilan. Yulia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun pengembangan kemampuan pribadi.

Ia juga menekankan pentingnya suasana belajar yang nyaman. Menurutnya, kondisi psikologis peserta turut memengaruhi kemampuan seseorang dalam menerima materi yang diberikan.

“Kalau kita takut, ilmu itu lambat masuk. Tetapi kalau kita senang dan suka, hati kita lebih cepat menerima ilmu,” katanya.

Yulia menegaskan proses peningkatan kemampuan juga tidak dibatasi usia. Peserta tetap didorong untuk belajar secara bertahap meskipun membutuhkan pengulangan materi agar benar-benar memahami pengetahuan yang diberikan.

“Umur hanya angka. Yang penting semangat kita untuk terus belajar. Kadang orang harus mendengar penjelasan dua kali, tiga kali, bahkan sampai lima kali baru benar-benar memahami. Tidak masalah, yang penting kita mau belajar,” tambahnya.

Dispersip Tanbu berharap pengembangan kegiatan berbasis keterampilan dapat memperluas manfaat perpustakaan bagi masyarakat. Selain memperoleh kemampuan teknis, peserta diharapkan semakin terdorong untuk mengembangkan kreativitas dan memanfaatkan teknologi dalam aktivitas produktif.

Kegiatan tersebut sebagaimana diberitakan Inikalsel, Rabu (12/8/2026), menghadirkan Mahfud, staf Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Setdaprov Kalsel), serta Agung Sutikno, creator animasi digital, sebagai narasumber.

Dengan pendekatan tersebut, perpustakaan diharapkan tidak berhenti sebagai tempat memperoleh bahan bacaan, tetapi berkembang menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman praktis, membuka akses terhadap keterampilan baru, dan mendorong masyarakat terus meningkatkan kemampuan di tengah perkembangan teknologi. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com