Pemkot Samarinda menargetkan lelang perbaikan PJU Jembatan Achmad Amins senilai sekitar Rp900 juta pada akhir Agustus 2026, dengan pekerjaan fisik direncanakan dimulai September setelah penerangan terganggu akibat pencurian kabel.
SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan anggaran sekitar Rp900 juta untuk memperbaiki Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jembatan Achmad Amins atau Jembatan Mahkota Dua setelah fasilitas tersebut tidak berfungsi akibat pencurian kabel pada Januari 2026. Paket pekerjaan ditargetkan masuk proses lelang pada akhir Agustus dan mulai dikerjakan pada September 2026.
Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan proses pengadaan perbaikan PJU masih ditangani Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemkot Samarinda. Sejumlah dokumen administrasi tengah disiapkan sebelum paket pekerjaan ditayangkan untuk mengikuti proses lelang.
“Masih persiapan lelang, ada di PBJ dan anggaran tersedia,” kata Manalu, kepada awak media saat ditemui di Samarinda, Rabu (12/08/2026).
Menurut Manalu, proses pengadaan membutuhkan waktu karena sebelumnya terjadi pergeseran anggaran sekitar Mei hingga Juni 2026. Setelah penyesuaian anggaran selesai, Pemkot Samarinda melanjutkan tahapan administrasi untuk mempersiapkan paket pekerjaan.
“Terjadi pergeseran anggaran sekitar Mei-Juni. Setelah seluruh dokumen dinyatakan siap, proses lelang diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan,” ujar manalu.
Manalu menjelaskan, paket perbaikan PJU Jembatan Achmad Amins akan dilelang secara terpisah dan tidak digabungkan dengan proyek lain. Pemkot Samarinda menargetkan paket pekerjaan tersebut dapat ditayangkan pada akhir Agustus 2026.
Jika proses pengadaan berjalan sesuai rencana dan penyedia telah ditetapkan, pekerjaan perbaikan PJU ditargetkan mulai dilaksanakan pada September 2026.
“Benar, target Agustus tayang, setelah ada pemenangnya September dikerjakan,” terang Manalu.
Perbaikan PJU diprioritaskan setelah lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins tidak berfungsi akibat pencurian kabel pada Januari 2026. Kondisi tersebut menyebabkan salah satu akses yang menghubungkan Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Palaran minim penerangan, terutama pada malam hari.
Jembatan Achmad Amins merupakan salah satu jalur penghubung antarkecamatan di Samarinda. Pemulihan fungsi PJU di kawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.
Dengan anggaran sekitar Rp900 juta yang telah tersedia, Pemkot Samarinda kini berfokus menuntaskan tahapan administrasi dan pengadaan. Pekerjaan fisik baru dapat dimulai setelah proses lelang selesai dan penyedia pekerjaan ditetapkan sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan