Sebanyak 90 dari 286 pelajar asal 58 sekolah melaju ke final Lomba Cerdas Cermat Lingkungan Paser yang memanfaatkan platform kuis digital untuk memperkuat literasi dan kepedulian lingkungan generasi muda.
PASER – Sebanyak 90 pelajar dari tiga jenjang pendidikan melaju ke babak final Lomba Cerdas Cermat Lingkungan Kabupaten Paser, Kamis (13/08/2026), setelah menyisihkan ratusan peserta pada babak penyisihan. Kompetisi yang memanfaatkan platform kuis interaktif daring Wayground itu menjadi salah satu cara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda melalui pendekatan digital.
Sebanyak 286 pelajar dari 58 sekolah mengikuti kompetisi tahun ini. Peserta terdiri atas 105 pelajar dari 21 Sekolah Dasar (SD), 100 pelajar dari 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 81 pelajar dari 17 Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Babak penyisihan digelar secara daring pada 11 Agustus 2026 dari sekolah masing-masing. Dari tahapan tersebut, sebanyak 30 peserta terbaik pada setiap jenjang atau total 90 pelajar berhak mengikuti babak final di lantai tiga Kantor DLH Paser.
Ketua Panitia Eko Yuniantonosa Rhofiza mengatakan pemanfaatan platform Wayground memungkinkan peserta mengerjakan soal menggunakan gawai masing-masing dan hasilnya dapat diketahui secara langsung.
“Peserta menjawab melalui gadget masing-masing. Nilainya bisa dilihat secara live sehingga kompetisi berlangsung secara adil, seru dan interaktif,” jelasnya.
Rangkaian kompetisi tersebut, sebagaimana dilansir Dinas Lingkungan Hidup Paser, Kamis, (13/08/2026), merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus agenda edukasi lingkungan kepada pelajar.
Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Paser Achmad Safari mengatakan lomba tersebut telah dilaksanakan selama enam tahun berturut-turut. Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu bentuk kampanye dan penyuluhan lingkungan dengan pendekatan yang lebih variatif bagi generasi muda.
“Dengan adanya lomba ini mereka bisa belajar, memahami dan lebih mengerti bagaimana peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup di sekitar mereka maupun di Kabupaten Paser pada umumnya,” ujar Achmad Safari.
Safari menjelaskan, kegiatan tersebut tidak semata-mata menguji pengetahuan pelajar mengenai lingkungan. Kompetisi juga diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan semangat bersaing melalui kegiatan positif.
“Kita ingin menyalurkan hobi ataupun jiwa muda anak-anak agar tersalurkan secara positif melalui lomba-lomba yang kami selenggarakan,” katanya.
Antusiasme sekolah, menurut Safari, terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut terlihat dari semakin banyaknya satuan pendidikan yang mendorong peserta didiknya mengikuti kompetisi.
“Alhamdulillah, peserta setiap tahun yang kita buka untuk lingkup se-Kabupaten Paser selalu bertambah. Motivasi sekolah untuk mengirimkan anak didiknya mengikuti lomba juga semakin meningkat,” ungkapnya.
Jangkauan peserta tahun ini juga mencakup pelajar program Paket C pada Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Paser. Salah seorang peserta dari program tersebut bahkan berhasil menembus babak final.
Safari mengatakan lomba juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan lingkungan yang dilaksanakan pada Agustus. Melalui kompetisi yang memadukan pengetahuan lingkungan dengan teknologi digital tersebut, DLH Paser berharap kepedulian terhadap kelestarian lingkungan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dan partisipasi generasi muda dalam menjaga lingkungan di Paser. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan