Turunnya hujan setelah periode cuaca panas mulai menggerakkan kembali aktivitas pertanian di Dapil VI Kukar, sementara pengembangan padi didorong untuk menjaga keberlanjutan tanaman pangan.
KUTAI KARTANEGARA – Turunnya hujan di sejumlah wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menggerakkan kembali aktivitas pertanian setelah sebelumnya terkendala cuaca panas. Petani mulai menanam sejumlah komoditas, seperti semangka, cabai, dan melon, sementara pengembangan tanaman pangan, terutama padi, turut didorong.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar Doni Ikhwani mengatakan aktivitas pertanian masyarakat mulai kembali berjalan seiring hujan yang turun di sejumlah wilayah Dapil VI.
“Sekarang sudah hujan, mulai hujan alhamdulillah. Mulai sudah penanaman,” kata Doni saat ditemui di Kantor DPRD Kukar, Selasa (29/09/2026).
Menurut Doni, turunnya hujan memberikan peluang bagi masyarakat untuk kembali mengoptimalkan lahan pertanian setelah sebelumnya menghadapi kondisi cuaca panas. Hujan diharapkan membantu pertumbuhan tanaman sekaligus mendukung produktivitas petani.
Selain komoditas hortikultura, Doni mendorong masyarakat tetap mengembangkan tanaman pangan, terutama padi. Dorongan tersebut dinilai penting di tengah banyaknya masyarakat di Dapil VI yang juga mengelola perkebunan kelapa sawit.
“Memang ada imbauan juga untuk pertanian supaya masyarakat yang banyak kebun sawit diarahkan untuk tanam padi. Kalau sawit semuanya, nanti kita makan apa?” ujarnya.
Menurut Doni, dorongan penanaman padi nantinya dapat dilakukan melalui kelompok-kelompok masyarakat. Namun, ia belum dapat memastikan kondisi terkini sektor pertanian secara menyeluruh karena belum melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
Ia juga mengaku belum berkoordinasi dengan Dinas Pertanian mengenai perkembangan terbaru kondisi pertanian di wilayah tersebut. Koordinasi direncanakan dilakukan setelah dirinya melakukan peninjauan lapangan.
“Belum, cuma rencana ini mau turun. Ini kan sudah mau hujan, alhamdulillah. Mungkin tanaman itu mau jadi subur,” katanya.
Sementara itu, hasil komoditas hortikultura masyarakat selama ini sebagian besar dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Kota Bangun menjadi salah satu wilayah pemasaran hasil pertanian tersebut.
“Di sana juga. Di Kota Bangun, lumayan. Lokal saja,” ujarnya.
Doni berharap hujan yang mulai turun dapat berlanjut sehingga petani memiliki kondisi yang lebih mendukung untuk mengembangkan lahan dan meningkatkan aktivitas produksi pertanian.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala. Hujan ini mau turun. Walaupun dua-tiga hari hujan, alhamdulillah. Mungkin kebun-kebun sana bisa,” katanya.
Dapil VI DPRD Kukar mencakup Kecamatan Muara Muntai, Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut, Tabang, Muara Wis, dan Kota Bangun Darat. Dengan mulai membaiknya kondisi cuaca, aktivitas pertanian di wilayah tersebut diharapkan kembali bergerak, baik untuk komoditas hortikultura maupun tanaman pangan. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan