Klaten Bidik Investasi China untuk Dongkrak Ekonomi Daerah

Pemkab Klaten menawarkan potensi pariwisata, pertanian, dan industri kepada pemerintah daerah China untuk membuka investasi sekaligus memperkuat pendapatan dan perekonomian daerah.

JAWA TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah (Jateng), mulai membuka peluang kerja sama investasi dengan pemerintah daerah di China untuk mengembangkan sektor pertanian, pariwisata, dan industri sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Peluang tersebut mengemuka setelah Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mempresentasikan potensi daerah dalam China-Indonesia Local Government Cooperation Dialogue 2026 di Yogyakarta, Selasa (11/8). Sejumlah delegasi pemerintah daerah China disebut menunjukkan ketertarikan untuk melanjutkan komunikasi terkait peluang kerja sama.

“Alhamdulillah, Klaten menjadi salah satu daerah yang berkesempatan mempresentasikan potensi yang kami miliki. Responsnya sangat baik. Setelah sesi presentasi selesai, beberapa perwakilan pemerintah daerah dari China langsung menemui kami untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai peluang kerja sama,” kata Hamenang, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat (14/08/2026).

Menurut Hamenang, forum yang mempertemukan jajaran pemerintah daerah (Pemda) Indonesia dan China itu menjadi salah satu upaya mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru ketika daerah menghadapi keterbatasan dana transfer dari pemerintah pusat.

Ia menilai pemerintah daerah perlu lebih aktif mengembangkan potensi lokal dan membangun kemitraan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan dana transfer dari pusat. Kuncinya adalah memaksimalkan potensi daerah melalui kolaborasi dan kerja sama. Forum ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mempertemukan kami dengan pemerintah daerah di China sehingga ke depan dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan,” kata Hamenang.

Salah satu sektor yang ditawarkan Klaten adalah pariwisata. Daerah tersebut mempromosikan sejumlah potensi, di antaranya 1.001 candi, 1.001 umbul, kawasan ekowisata lereng Merapi, serta Rowo Jombor.

Pemkab Klaten juga mengarahkan pengembangan pariwisata pada konsep sport tourism dan wellness tourism. Promosi tersebut dilakukan untuk menarik investasi sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Jumlah kunjungan wisatawan ke Klaten saat ini disebut telah mencapai sekitar 7,5 juta kunjungan dan terus menunjukkan peningkatan. Namun, pemerintah daerah masih menghadapi persoalan rendahnya rata-rata lama tinggal wisatawan atau length of stay.

Kondisi itu mendorong Pemkab Klaten membuka peluang investasi pada fasilitas pendukung pariwisata, antara lain hotel, pusat oleh-oleh berskala besar, dan transportasi publik yang terintegrasi.

“Kami berharap investor dapat melihat peluang ini. Dengan bertambahnya fasilitas pendukung, wisatawan bisa tinggal lebih lama di Klaten sehingga perputaran ekonomi masyarakat juga semakin meningkat,” jelasnya.

Selain pariwisata, sektor pertanian dan industri juga menjadi bagian dari potensi yang ditawarkan dalam forum tersebut. Pemkab Klaten berharap penjajakan dengan pemerintah daerah China dapat berkembang menjadi kerja sama konkret, termasuk investasi yang memberikan dampak terhadap perekonomian lokal.

“Semoga dari pertemuan ini lahir kerja sama yang benar-benar bisa diwujudkan. Di tengah keterbatasan anggaran transfer dari pusat, pemerintah daerah harus kreatif mencari sumber pendanaan dan investasi melalui kolaborasi internasional. Harapannya, kerja sama ini mampu memperkuat perekonomian daerah dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Klaten,” pungkas Hamenang. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com