ilustrasi

Rumah di Kota Besi Ludes dalam 30 Menit, Kerugian Rp100 Juta

Rumah semi permanen di Kota Besi, Kotim, ludes dalam waktu sekitar 30 menit dengan kerugian ditaksir Rp100 juta, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

KOTAWARINGIN TIMUR – Sebuah rumah semi permanen milik Jumiati (49) di Jalan Garuda 1, Kelurahan Kota Besi Hilir, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), ludes terbakar dalam waktu sekitar 30 menit, Sabtu (15/08/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Kebakaran terjadi ketika rumah dalam kondisi kosong. Pemilik rumah diketahui meninggalkan kediamannya sekitar pukul 07.00 WIB untuk menyaksikan pawai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kecamatan Kota Besi.

Peristiwa diketahui setelah Paramita, salah seorang saksi, melihat kepulan asap hitam dari arah permukiman saat berada di tempat kerja. Ia kemudian bergegas menuju lokasi dan mendapati rumah mertuanya telah dilalap api.

“Api terlihat berawal dari bagian dapur dan kemudian membakar seluruh rumah. Kurang lebih sekitar 30 menit rumah sudah terbakar,” ujar Paramita berdasarkan keterangannya kepada petugas, sebagaimana diberitakan Tribunkalteng, Sabtu, (15/08/2026).

Warga sekitar sempat berupaya menahan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Mereka menyiram bagian rumah yang terbakar menggunakan ember sembari menunggu petugas pemadam tiba.

Laporan kebakaran diterima Pos Sektor Kota Besi pada pukul 08.58 WIB. Satu unit pemadam kemudian dikerahkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.

Petugas selanjutnya melakukan pemadaman dan memastikan api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Operasi penanganan berlangsung sekitar 39 menit dan dinyatakan selesai pada pukul 09.40 WIB.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kotim, Resky Maulana Zulkarnain, melalui Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kota Besi, Edi Hariyanto, membenarkan peristiwa tersebut. Kepolisian masih menyelidiki sumber api karena belum dapat memastikan penyebab kebakaran hanya berdasarkan titik awal api yang terlihat.

“Untuk penyebab kebakaran masih kami lakukan pendalaman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Edi Hariyanto.

Meski keterangan saksi menyebut api terlihat dari bagian dapur, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran. Pendalaman masih dilakukan untuk mengetahui apakah sumber api berkaitan dengan instalasi listrik, peralatan rumah tangga, atau faktor lainnya.

Edi juga mengingatkan masyarakat untuk memeriksa kondisi rumah sebelum ditinggalkan dalam keadaan kosong, terutama perangkat yang berpotensi menjadi sumber kebakaran.

“Pastikan kompor, instalasi listrik, serta peralatan elektronik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Hal-hal sederhana seperti itu perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Kebakaran tersebut menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan sumber api dan kelistrikan sebelum meninggalkan rumah, terlebih ketika hunian ditinggalkan dalam waktu cukup lama. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah dan sejumlah barang di dalamnya tersebut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com