Kemarau Tekan Produksi Padi Labanan Jaya, 11,5 Hektare Gagal Panen

Kemarau berkepanjangan membuat produktivitas padi Labanan Jaya hanya sekitar 3,19 ton per hektare dan menyebabkan 11,5 hektare lahan gagal panen.

BERAU – Kemarau berkepanjangan menekan produktivitas padi di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Dari 118,7 hektare lahan yang dibuka pada musim tanam 2026, sekitar 75 hektare masih dapat dipanen, sedangkan 11,5 hektare mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Produktivitas lahan yang berhasil dipanen rata-rata hanya sekitar 3,19 ton per hektare. Angka tersebut jauh di bawah potensi produksi varietas padi premium yang ditanam yang dapat mencapai sekitar 8 ton per hektare dalam kondisi optimal.

Kondisi itu menjadi salah satu gambaran dampak kemarau terhadap sektor pertanian Berau. Sejumlah sentra produksi padi lainnya, seperti Buyung-Buyung, Semurut, Merancang, dan Melati Jaya, juga dilaporkan mengalami gagal panen akibat minimnya ketersediaan air.

Meski produksi menurun, petani Labanan Jaya tetap menggelar syukuran panen padi, Kamis (20/08/2026). Kampung tersebut memiliki sekitar 336 hektare lahan sawah yang terdiri atas 268 hektare luas baku sawah dan 68 hektare hasil cetak sawah baru.

Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis mengatakan perubahan cuaca dan kekeringan memberikan dampak langsung terhadap produktivitas pertanian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, menurutnya, perlu memperkuat dukungan sarana dan prasarana, ketersediaan air, serta penyesuaian pola tanam terhadap kondisi iklim.

“Petani kita menghadapi tantangan yang cukup berat akibat kemarau. Karena itu, dukungan terhadap petani harus terus diperkuat agar produksi pangan tetap terjaga,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Beraunews, Kamis, (20/08/2026).

Gamalis mengapresiasi petani Labanan Jaya yang masih mampu menghasilkan panen di tengah kemarau. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan ketangguhan petani sekaligus perlunya sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas juga mengapresiasi petani yang tetap berupaya mempertahankan produksi pangan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Para petani adalah pahlawan ketahanan pangan. Di tengah tantangan yang tidak mudah, mereka tetap bekerja dan berusaha agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terus terpenuhi,” ujarnya.

Sri Juniarsih menilai sektor pertanian menjadi salah satu pilar penting pembangunan daerah. Karena itu, Pemkab Berau akan terus mendorong penguatan usaha dan produktivitas petani, termasuk melalui pengembangan sistem pertanian yang lebih modern.

Selain persoalan kekeringan, regenerasi petani turut menjadi perhatian. Generasi muda didorong untuk melihat pertanian bukan hanya sebagai pekerjaan tradisional, tetapi sebagai sektor usaha yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi.

“Tantangan ke depan tidak mudah, terutama dengan adanya perubahan iklim. Karena itu, kita harus mendorong sistem pertanian yang lebih modern dan memastikan usaha para petani mendapat dukungan,” katanya.

Dengan tekanan kemarau yang mulai memengaruhi hasil panen di sejumlah sentra pertanian, penguatan sumber air, sarana produksi, teknologi pertanian, serta penyesuaian pola tanam menjadi penting agar produktivitas padi Berau tetap terjaga dan risiko gagal panen dapat ditekan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com