SKK Migas-Polda Kaltim Perkuat Pengamanan Migas, 62 Personel Jaga 7 Wilayah

SKK Migas dan Polda Kaltim memperpanjang kerja sama pengamanan hingga 2028 dengan menyiapkan 62 personel rutin serta pasukan kontinjensi untuk tujuh wilayah operasi hulu migas.

BALIKPAPAN – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan 62 personel untuk pengamanan rutin Objek Vital Nasional (Obvitnas) di tujuh wilayah operasi hulu migas di Kaltim mulai 2027.

Pengamanan tersebut menjadi bagian dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang bantuan pengamanan dan penegakan hukum kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah kerja Kaltim serta Kilang Liquefied Natural Gas (LNG) Badak. Kerja sama berlaku selama dua tahun, mulai 1 Januari 2027 hingga 31 Desember 2028.

PKS ditandatangani Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltim Endar Priantoro di Tangerang, Kamis (20/08/2026). Perjanjian tersebut melanjutkan kerja sama pengamanan yang sebelumnya telah terjalin antara SKK Migas dan Polda Kaltim.

Sebanyak 62 personel Polda Kaltim akan ditempatkan untuk mendukung pengamanan rutin di tujuh wilayah operasi migas, yakni Perseroan Terbatas (PT) Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina EP Field Sangatta, PT Pertamina EP Field Sangasanga, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, Eni Muara Bakau Besloten Vennootschap (B.V.), dan PT Badak Natural Gas Liquefaction (NGL).

Selain personel pengamanan rutin, Polda Kaltim menyiapkan personel cadangan atau kontinjensi yang dapat dimobilisasi sesuai dinamika dan kebutuhan pengamanan di lapangan. Skema tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi kelancaran operasi hulu migas.

Penandatanganan kerja sama turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Kaltim, Pengawas Internal SKK Migas Ibnu Suhaendra, Kepala Divisi Formalitas SKK Migas George Nicolas Marsahala Simanjuntak, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri, serta para General Manager (GM) dan pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kaltim.

Ibnu Suhaendra mengapresiasi dukungan Polda Kaltim dalam menjaga keamanan kegiatan operasional hulu migas. Menurut dia, dukungan pengamanan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan kegiatan operasional hulu migas di Kaltim berjalan aman dan lancar.

George Nicolas Marsahala Simanjuntak mengatakan kerja sama tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan kelembagaan dan efektivitas koordinasi antara SKK Migas, Polda Kaltim, dan KKKS.

“Penguatan koordinasi, pertukaran informasi, peningkatan kesiapsiagaan, serta penanganan potensi gangguan secara profesional menjadi bagian penting dalam implementasi kerja sama,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Kaltim Endar Priantoro menegaskan kesiapan jajarannya memberikan rasa aman bagi seluruh kegiatan operasional hulu migas di Kaltim. Polda Kaltim hingga jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) siap mendukung pengamanan Obvitnas hulu migas sebagai bagian dari upaya mencapai target lifting migas yang telah ditetapkan pemerintah.

Endar juga menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan di lapangan secara profesional dengan mengedepankan kearifan lokal dan mekanisme hukum yang berlaku. Komunikasi dan koordinasi antara petugas pengamanan dengan manajemen KKKS, menurut dia, perlu terus dibangun dengan dilandasi rasa saling percaya.

Dukungan pengamanan tersebut juga disalurkan secara transparan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2020 sehingga turut memberikan kontribusi bagi penerimaan negara.

Secara terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan komitmen Kapolda Kaltim beserta jajaran dalam menjamin keamanan serta kelancaran operasional hulu migas di Kaltim.

Penguatan pengamanan diharapkan menciptakan lingkungan operasi hulu migas yang aman dan kondusif sekaligus mendukung optimalisasi produksi. Kondisi tersebut juga diharapkan menopang pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya swasembada energi, serta memperkuat kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian daerah, penerimaan negara, dan ketahanan energi nasional. []

Penulis: Irwanto Sianturi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com