Kebakaran Kompleks Kimia Gas Amur menewaskan tujuh orang, melukai 152 lainnya, dan membuat sembilan orang masih hilang ketika fasilitas tersebut belum mulai beroperasi.
MOSKOW – Kebakaran di Kompleks Kimia Gas Amur, Rusia Timur Jauh, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan menyebabkan sembilan lainnya masih dinyatakan hilang. Enam dari tujuh korban meninggal merupakan warga negara China, sementara 152 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi ketika fasilitas tersebut masih dalam tahap persiapan operasi.
Kebakaran melanda kompleks industri di wilayah Amur pada Selasa (25/8/2026) waktu setempat. Sebagian korban luka harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, dengan sekitar 36 orang dilaporkan telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Operator kompleks tersebut menyatakan api telah berhasil dipadamkan. Informasi mengenai jumlah korban dan perkembangan penanganan kebakaran disampaikan operator melalui Telegram, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (26/8/2026).
Pesawat layanan darurat juga dikerahkan untuk membantu mengevakuasi korban luka dari lokasi kejadian. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Kompleks Kimia Gas Amur merupakan proyek kerja sama antara perusahaan Rusia, Sibur, dan perusahaan minyak dan gas China, Sinopec. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi salah satu produsen polietilena dan polipropilena terbesar di dunia.
Fasilitas yang terbakar belum memasuki tahap produksi ketika insiden terjadi. Kompleks itu sedang dipersiapkan untuk beroperasi dengan target produksi sekitar 2,3 juta metrik ton polietilena dan 400.000 ton polipropilena setiap tahun.
Insiden tersebut juga menyoroti besarnya ketergantungan proyek industri dan infrastruktur Rusia terhadap tenaga kerja asing. Pekerja asal China menjadi salah satu kelompok tenaga kerja yang banyak terlibat dalam pembangunan proyek berskala besar di negara tersebut.
Komite Investigasi Rusia kini menyelidiki kebakaran tersebut sebagai dugaan pelanggaran aturan keselamatan industri. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran sekaligus memastikan apakah terdapat pelanggaran yang berkontribusi terhadap jatuhnya korban jiwa. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan