Layar Interaktif untuk Sekolah NU, Pemerintah Siapkan 4 Unit per Kelas

Pemerintah akan merapel distribusi layar interaktif panel bagi sekolah dan pesantren NU yang sebelumnya belum menerima perangkat digitalisasi pendidikan.

JAWA TIMUR – Pemerintah memastikan sekolah dan pesantren yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) tetap memperoleh fasilitas digitalisasi pendidikan meski distribusinya mengalami keterlambatan. Presiden Prabowo Subianto menyatakan sekolah dan pesantren NU akan menerima empat layar interaktif panel untuk setiap ruang kelas sebagai bagian dari pemenuhan fasilitas pembelajaran.

Kepastian tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis, (27/08/2026), Prabowo mengakui masih banyak sekolah dan pesantren NU yang belum memperoleh perangkat tersebut.

“Saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama. minta maaf. karena saya baru tahu bahwa layar interaktif panel banyak sekolah-sekolah pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama yang belum menerima,” kata Prabowo, saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Rabu (28/6).

Prabowo menjelaskan keterlambatan itu berkaitan dengan persoalan administrasi lintas kementerian. Menurut dia, keterlambatan tersebut bukan kesalahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) karena sekolah dan madrasah yang berada di bawah pembinaan NU memiliki mekanisme pengelolaan yang berbeda.

“Ini adalah ruang lingkup administrasi Menteri Pendidikan, Mendikdasmen, beliau tidak salah karena Dikdasmen mengurus sekolah-sekolah negeri,” ujarnya.

Ia menjelaskan sekolah-sekolah yang berada di bawah NU ditangani Kementerian Agama, sehingga penyaluran perangkat digital untuk satuan pendidikan tersebut membutuhkan koordinasi dengan kementerian yang menangani pendidikan keagamaan.

“Sekolah-sekolah di bawah NU diurus oleh Menteri Agama, benar,” kata Prabowo.

Pemerintah, lanjut Prabowo, tidak akan membedakan sekolah NU dari sekolah negeri dalam pemenuhan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Meskipun penyalurannya terlambat, seluruh ruang kelas sekolah dan pesantren NU dipastikan tetap memperoleh layar interaktif panel.

“Tidak ada masalah walaupun terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri,” ujar Prabowo.

Untuk mengejar ketertinggalan distribusi, pemerintah akan memberikan perangkat tersebut sekaligus dalam jumlah lebih banyak. Skema itu berbeda dengan sekolah negeri yang memperoleh tambahan perangkat secara bertahap.

“Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga, tapi NU segera akan terima langsung empat,” katanya.

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bentuk pemenuhan komitmen pemerintah terhadap warga NU. Prabowo menyebut percepatan pemberian fasilitas itu sebagai upaya menyelesaikan kewajiban pemerintah kepada NU.

“Jadi utang saya kepada NU sudah agak terpenuhi,” pungkasnya.

Pemberian perangkat pembelajaran digital tersebut diharapkan dapat memperkecil kesenjangan fasilitas antara satuan pendidikan yang dikelola pemerintah dan lembaga pendidikan di bawah naungan organisasi masyarakat, sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com