Beijing Tolak Sanksi Iran, Teheran: Kemitraan Kami Tak Butuh Izin

Iran memuji penolakan China terhadap sanksi ekonomi baru Amerika Serikat yang dinilai memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

TEHERAN – Ketegangan ekonomi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memperlihatkan kuatnya hubungan Teheran dengan China setelah Beijing menolak sanksi baru Washington terhadap Iran. Sikap tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang menilai kemitraan kedua negara tidak membutuhkan persetujuan pihak lain.

Ghalibaf menyampaikan apresiasi itu melalui unggahan di media sosial X pada Rabu (26/8). Ia menilai penolakan China terhadap sanksi AS menunjukkan hubungan strategis Iran-China tetap kokoh di tengah tekanan Washington, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis (27/08/2026).

“Kemitraan strategis komprehensif Iran-China berakar pada rasa saling menghormati, kerja sama saling menguntungkan, dan visi bersama untuk dunia multipolar. Hubungan ini tidak memerlukan izin siapa pun,” tulisnya.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan Beijing menentang keras sanksi AS terhadap Iran. Pemerintah China menilai kebijakan tersebut tidak memiliki dasar hukum internasional maupun mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penolakan Beijing muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemberlakuan sanksi ekonomi terhadap Iran yang disebut sebagai “D-Day”. Kebijakan tersebut diberlakukan setelah rangkaian negosiasi antara Washington dan Teheran terkait upaya perdamaian belum mencapai kesepakatan.

Ghalibaf sendiri merupakan salah satu negosiator utama Iran dalam pembicaraan dengan Washington. Selain itu, ia dipercaya sebagai utusan khusus Iran untuk urusan China.

Hubungan ekonomi Iran dan China telah berkembang selama bertahun-tahun. China menjadi mitra dagang terbesar Iran setelah AS pada era Trump menarik diri dari kesepakatan mengenai program nuklir Iran dan kembali menjatuhkan sanksi besar terhadap Teheran pada 2018.

Kerja sama kedua negara mencakup perdagangan minyak dan produk petroleum. Aktivitas ekonomi tersebut terus berkembang meskipun tekanan sanksi AS terhadap negara-negara yang melakukan perdagangan dengan Iran semakin meningkat.

Sikap Beijing terhadap sanksi terbaru Washington sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan ekonomi dan strategis Iran-China tetap menjadi salah satu penopang utama Teheran dalam menghadapi tekanan AS. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com