Kerumunan massa di sekitar jalur rel Tanah Abang-Palmerah membuat KAI Commuter menahan dan merekayasa perjalanan untuk menjaga keselamatan pengguna.
JAKARTA – Kerumunan massa di sekitar jalur rel antara Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Palmerah membuat perjalanan Commuter Line Rangkasbitung harus menjalani pembatasan dan rekayasa operasi pada Kamis (27/8) malam. Kondisi tersebut menyebabkan sembilan perjalanan mengalami keterlambatan 16 hingga 52 menit.
Kerumunan tersebut merupakan massa yang membubarkan diri setelah mengikuti aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Demi menjaga keselamatan pengguna, perjalanan kereta dari dan menuju Rangkasbitung sempat ditahan serta dijalankan dengan pengawalan petugas dan kecepatan terbatas.
Manajer Hubungan Masyarakat (Public Relations) KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan perjalanan Commuter Line dari Rangkasbitung menuju Tanah Abang hanya dapat beroperasi sampai Stasiun Palmerah untuk kemudian kembali ke Rangkasbitung. Sementara itu, perjalanan dari Tanah Abang menuju Rangkasbitung masih tertahan hingga kondisi jalur dinyatakan aman, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis (27/08/2026).
Pada pukul 19.50 WIB, 19.54 WIB, dan 20.43 WIB, perjalanan Commuter Line dari kedua arah sempat dibuka dengan pengawalan petugas dan kecepatan terbatas. Namun, perjalanan pada pukul 20.30 WIB dan 21.20 WIB hingga 22.30 WIB kembali mengalami penahanan.
“Perjalanan Commuter Line dari Rangkasbitung hanya sampai dengan Stasiun Palmerah sedangkan Commuter Line yang berada di Stasiun Tanah Abang masih tertahan menunggu jalur aman,” kata Leza dalam keterangan tertulis.
KAI Commuter menempatkan aspek keselamatan dan keamanan pengguna sebagai pertimbangan utama selama kondisi tersebut berlangsung. Pengguna juga diminta mengikuti arahan petugas di stasiun maupun di dalam kereta.
“Maka itu, kami harap seluruh pengguna untuk tetap berhati-hati dan selalu mengikuti arahan dari petugas baik di stasiun ataupun di dalam Commuter Line,” ujar Leza
Selain sembilan perjalanan yang terlambat, KAI Commuter menerapkan rekayasa pola operasi terhadap 16 perjalanan sebagai dampak kerumunan di antara Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Palmerah.
Untuk mengurangi dampak terhadap perjalanan pengguna, KAI Commuter mengarahkan masyarakat yang hendak menuju kawasan Serpong dan Rangkasbitung agar menyesuaikan titik keberangkatan dengan menggunakan layanan dari Stasiun Palmerah atau Stasiun Kebayoran.
“KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna yang bertujuan ke arah Serpong dan Rangkasbitung menggunakan Commuter Line tujuan dapat langsung menuju Stasiun Palmerah atau Stasiun Kebayoran,” katanya.
Gangguan tersebut menunjukkan bahwa kondisi keamanan di sekitar jalur kereta dapat berdampak langsung terhadap kelancaran perjalanan massal. Penyesuaian pola operasi dilakukan untuk menjaga perjalanan tetap berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan penumpang dan petugas. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan