Raja Harald Kritis, PM Norwegia Urungkan Perjalanan ke Jerman

Kondisi kesehatan Raja Harald V yang dinyatakan sangat serius membuat Ratu Sonja, Putra Mahkota Haakon, dan PM Jonas Gahr Store membatalkan sejumlah agenda penting.

OSLO – Kondisi kesehatan Raja Harald V yang dinyatakan sangat serius membuat aktivitas penting pemerintahan dan keluarga kerajaan Norwegia ikut berubah. Ratu Sonja dan Putra Mahkota Haakon membatalkan seluruh kegiatan kerajaan, sementara Perdana Menteri (PM) Norwegia Jonas Gahr Store membatalkan perjalanan dinas ke Jerman.

Harald V telah menjalani perawatan di Oslo University Hospital sejak 17 Agustus 2026. Istana Kerajaan Norwegia menyatakan kondisi sang raja sangat serius akibat gangguan kurang darah akut atau anemia hemolitik.

“Kondisi kesehatan yang mulia sangat serius,” demikian pernyataan istana, dikutip AFP.

Pembatalan agenda PM Store juga menunjukkan kondisi kesehatan raja berdampak pada agenda pemerintahan. Store semula dijadwalkan pergi ke Jerman untuk bertemu Kanselir Jerman Friedrich Merz.

“Mengingat kondisi kesehatan raja yang serius, perdana menteri membatalkan kehadirannya malam ini dalam pertemuan strategis para pemimpin parlemen dari partai-partai yang tergabung dalam pemerintahan di Jerman, serta jamuan makan malam kerja bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz,” demikian pernyataan kantor PM melalui surat elektronik kepada AFP.

Sementara itu, Ratu Sonja dan Haakon dilaporkan berada di sisi Harald selama masa perawatan. Haakon juga menjalankan tugas sebagai wali raja selama Harald menjalani perawatan di rumah sakit.

Kondisi Harald sebelumnya telah menjadi perhatian karena raja berusia lanjut tersebut mengalami sejumlah persoalan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Ia pernah menjalani pemasangan alat pacu jantung dan telah mengurangi sejumlah tugas resminya, tetapi tetap menolak untuk turun takhta.

Istana menyebut kondisi Harald berkaitan dengan anemia hemolitik, yakni gangguan ketika sel darah merah mengalami kerusakan lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk menggantikannya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen.

Sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Kamis (27/08/2026), kondisi kesehatan Harald menjadi perhatian bukan hanya bagi keluarga kerajaan, tetapi juga memengaruhi agenda pemerintahan Norwegia di tengah masa perawatan yang telah berlangsung selama 10 hari.

Meski aktivitas resmi Harald telah dikurangi, keberadaan Haakon sebagai wali raja memastikan pelaksanaan tugas kerajaan tetap berjalan selama sang raja mendapatkan perawatan. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com