Operasi pencarian korban banjir Nepal memasuki hari keenam dengan 4.247 orang masih hilang, termasuk ratusan warga asing dan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air.
KATHMANDU – Operasi pencarian korban banjir bandang di Nepal memasuki hari keenam dengan jumlah orang yang belum ditemukan mencapai 4.247 orang. Otoritas penanggulangan bencana Nepal mencatat sedikitnya 903 orang meninggal dunia akibat bencana yang juga berdampak hingga wilayah Tibet, China.
Berdasarkan data terbaru yang diumumkan otoritas Nepal pada Senin (31/8/2026), daftar orang hilang mencakup 592 warga asing dan 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air yang berada di sepanjang aliran sungai terdampak banjir. Data tersebut menunjukkan luasnya dampak bencana terhadap kawasan yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat dan proyek infrastruktur.
Kondisi paling mencolok terjadi di Distrik Nuwakot. Jumlah orang yang belum ditemukan di wilayah tersebut melonjak menjadi 1.158 orang, dibandingkan 115 orang yang tercatat pada Minggu (30/8). Sementara itu, sebanyak 562 orang masih dicari di Distrik Rasuwa.
Korban hilang juga berasal dari unsur aparat. Otoritas Nepal mencatat 45 anggota Angkatan Darat Nepal, 38 anggota kepolisian, serta 19 petugas bea cukai dan imigrasi termasuk dalam daftar orang yang belum ditemukan.
Perkembangan tersebut menunjukkan tantangan besar yang dihadapi tim penyelamat dalam menelusuri wilayah terdampak. Kondisi medan setelah banjir dan tingginya jumlah orang yang belum ditemukan membuat operasi pencarian harus terus dilakukan secara intensif.
Sebagaimana dilansir AFP, Senin, (31/8/2026), media pemerintah China sebelumnya melaporkan 16 orang meninggal dunia dan 546 orang masih hilang di Tibet akibat bencana yang terjadi pada Rabu (26/8).
Jika data Nepal dan Tibet digabungkan, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai sedikitnya 919 orang. Sementara total orang yang masih belum ditemukan mencapai 4.793 orang.
Dampak bencana juga meluas ke India. Otoritas di Negara Bagian Uttar Pradesh menemukan 17 jenazah dari sungai-sungai yang mengalir dari Nepal. Jenazah tersebut diduga merupakan korban banjir bandang yang melanda Nepal.
Pihak berwenang India masih melakukan proses identifikasi terhadap jenazah tersebut. Karena identitas dan asal korban belum dipastikan, 17 jenazah itu belum dimasukkan ke dalam jumlah korban meninggal dunia yang tercatat di Nepal dan Tibet.
Dengan masih ribuan orang belum ditemukan, pencarian dan identifikasi korban menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana. Perkembangan data di Nepal, Tibet, dan India juga masih dapat berubah seiring berlangsungnya operasi penyelamatan serta proses pendataan di lapangan. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan