ilustrasi

Minim Sumber Air Hambat Pemadaman Kandang Itik Terbakar di HSU

Minimnya sumber air saat musim kemarau menyulitkan petugas memadamkan kebakaran dua kandang itik di Sungai Pandan, HSU, yang mengakibatkan satu kandang berisi sekitar 80 itik petelur terbakar habis.

HULU SUNGAI UTARA – Minimnya sumber air di tengah musim kemarau menjadi kendala petugas saat memadamkan kebakaran dua kandang itik di Desa Banyu Tajun Dalam, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat (04/09/2026) siang. Kebakaran tersebut menghanguskan satu kandang berisi sekitar 80 ekor itik petelur dan merusak kandang lainnya.

Api mulai berkobar sekitar pukul 13.30 Wita di Rukun Tetangga (RT) 02 Desa Banyu Tajun Dalam. Puluhan unit pemadam dari Amuntai bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) HSU dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan api.

Proses pemadaman menghadapi kendala karena sumber air di sekitar lokasi terbatas. Kondisi kemarau menyebabkan sejumlah titik air sulit dimanfaatkan sehingga petugas membutuhkan pasokan tambahan dari mobil tangki untuk mendukung pemadaman.

Setelah sekitar 30 menit, petugas dan relawan akhirnya berhasil menguasai kobaran api. Pembasahan kemudian dilanjutkan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala, terutama karena lingkungan sekitar dipenuhi semak dan material kering yang mudah terbakar.

Kepala Damkar HSU Asikin Noor melalui anggota Damkar HSU Edy Saputra mengatakan, berdasarkan data sementara, kebakaran berdampak pada kandang milik dua warga.

“Data sementara, kandang itik milik H Yusuf terbakar 100 persen. Di dalamnya terdapat sekitar 80 ekor itik petelur,” ujar Edy kepada media ini.

Selain kandang milik Yusuf, kandang milik Syahril turut terdampak. Kandang tersebut dalam kondisi kosong saat kebakaran terjadi dengan tingkat kerusakan sementara diperkirakan sekitar 40 persen.

Dugaan awal kebakaran mengarah pada gangguan instalasi listrik. Informasi dari Ketua RT 02 Asbullah menyebut api diduga muncul akibat korsleting. Namun, penyebab tersebut masih membutuhkan kepastian dari hasil pemeriksaan petugas.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) HSU Agus Nuryanto melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres HSU Asep mengatakan petugas masih melakukan pendataan di lokasi, sebagaimana diberitakan Radar Banjarmasin, Jumat (04/09/2026).

“Informasi sementara diduga akibat arus pendek. Untuk penyebab pasti dan kerugian masih belum dapat dipastikan karena anggota masih melakukan pendataan di lapangan,” kata Asep.

Polisi juga membenarkan kebakaran berdampak terhadap rumah dan kandang unggas milik warga. Namun, total kerugian akibat peristiwa tersebut belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung.

Kondisi cuaca panas dan lingkungan yang kering turut menjadi perhatian petugas. Semak serta rerumputan kering di sekitar lokasi dinilai dapat mempercepat penjalaran api apabila masih terdapat bara atau sumber api lain.

Asep mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi pemicu kebakaran selama musim kemarau, termasuk penggunaan api terbuka dan kondisi instalasi listrik.

“Pada kondisi kemarau seperti ini, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap sumber api,” imbaunya.

Petugas berharap masyarakat meningkatkan pemeriksaan terhadap instalasi listrik dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di sekitar material kering. Kewaspadaan dinilai penting karena kondisi kemarau tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga dapat mempersulit proses pemadaman akibat terbatasnya ketersediaan air. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com