Alat Berat Dikerahkan, Alur Sungai Jembatan Babirik Dipulihkan

Pemkab HSU bersama BWS Kalimantan III mengeruk sedimentasi di bawah Jembatan Pasar Babirik untuk memulihkan aliran sungai dan mendukung kenyamanan aktivitas masyarakat.

HULU SUNGAI UTARA – Pemulihan alur sungai di bawah Jembatan Pasar Babirik, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), menjadi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSU untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mendukung kenyamanan aktivitas masyarakat di kawasan pasar.

Penanganan dilakukan dengan mengeruk material yang mengalami penumpukan di bawah jembatan. Pekerjaan tersebut dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menggunakan alat berat excavator amphibious.

Pengerukan berlangsung pada Minggu (30/8/2026) dan merupakan tindak lanjut arahan Bupati HSU Sahrujani. Setelah material diangkat, bagian bawah jembatan tampak lebih bersih dan aliran sungai dapat kembali berjalan secara optimal.

Sahrujani menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga agar persoalan infrastruktur publik dapat segera ditangani, terutama ketika pekerjaan membutuhkan dukungan peralatan khusus.

“Penanganan seperti ini harus cepat. Kalau memang tidak bisa dilakukan secara manual, segera koordinasikan,” kata Sahrujani sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (07/09/2026).

Keterlibatan BWS Kalimantan III dalam pengerukan memungkinkan penanganan sedimentasi dilakukan menggunakan peralatan yang sesuai dengan kondisi alur sungai. Penggunaan excavator amphibious ditujukan agar proses pembersihan dapat berlangsung lebih efektif dan cepat.

Penanganan alur sungai tersebut juga berkaitan dengan aktivitas masyarakat di sekitar Pasar Babirik. Wakil Bupati (Wabup) HSU Hero Setiawan mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjaga kondisi kawasan agar kegiatan warga tetap berjalan dengan nyaman.

“Penanganan sedimentasi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kelancaran aliran sungai,” ujar Hero.

Pembersihan di bawah jembatan membuat ruang aliran air yang sebelumnya dipenuhi material kembali terbuka. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran arus sungai serta mendukung fungsi infrastruktur jembatan dan kawasan pasar di sekitarnya.

Pemkab HSU menempatkan penanganan sedimentasi sebagai bagian dari pemeliharaan infrastruktur dan lingkungan sungai. Koordinasi dengan instansi terkait juga menjadi penting agar persoalan serupa dapat direspons lebih cepat apabila kembali muncul di kemudian hari. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com